Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba اللّهُ yang Kaffah.
Tampilkan postingan dengan label para suami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label para suami. Tampilkan semua postingan

Istri Pilihan 11 - 15

#Istri_Pilihan
#part11a by Wahyuni
#Kita Saling Mencintai

***

Kutangkupkan kedua telapak tangan ke wajah setelah membaca doa Istighfar Rajab. Doa terbaik di bulan Rajab. Lalu kuangkat kembali kedua tangan. Kali ini doa khususku pada Rabb.

"Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hamba manusia hina penuh dosa, ampuni hamba ya Allah ... Seumur hidup, baru kali ini hamba berdekatan dengan lelaki. Lelaki yang seijinmu langsung menjadi imam bagi hidup hamba. Pemimpin rumah tangga hamba. Hamba tidak tahu bagaimana harus bersikap padanya, berbicara saja hamba malu, apalagi untuk mengeluh, menceritakan segala kecemburuan yang hamba rasakan. Apakah ini yang dimaksud menikah diibaratkan seperti berlayar di tengah samudera luas. Bukan tentang aku ratu, dan dia raja. Tapi lebih fokus pada tantangan yang menerpa. Bukankah lautan itu penuh badai dan gelombang?

Readmore...

CARA MENGATASI UBAN

Cara mengatasi uban. Uban merupakan suatu pertanda bahwa usia kita sudah semakin menua. Namun apa jadinya kalau si uban itu datang terlalu cepat, alias datang sebelum waktunya. Iyap, pasti sangat bikin malu  kan? Udah gitu pasti bikin rasa percaya diri kita jadi down. Nah biasanya kalau hal ini terjadi pada sobat, langkah apa yang sobat ambil untuk mengatasi tamu yang tak diundang ini. Apakah dengan mewarnai rambut?

Readmore...

Takut Miskin karena Menikah, Maka Pertanyakan Keimananmu !!!

“Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang orang yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya.

Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui” Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur :32) , pada anda yang mau menikah, Anda pasti kaya!


Readmore...

wow 2 Ilmiyah Tsaqafiyah / Ilmu Pengetahuan

Sebelumnya kita sdh bahas sekilas ttg persiapan pernikahan yg pertama yaitu persiapan ruhiyah/mental (ada 4 point : ujian dan tanggung jawab. Sabar dan syukur. Mengubah espektasi menjadi obsesi. Menata ketundukan pada semua ketentuanNya)

Selanjutanya persiapan pernikahan yg kedua adalah: 
2. Ilmiyah tsaqafiyah / ilmu pengetahuan.


Readmore...

wow 1 Persiapan Ruhiyah / Mental

Slide 1
Dlm perbincangan seputar pernikahan, seringkali kita mendengar istilah "mensegerakan atau tergesa-gesa?"
Sebenarnya apa yg membedakan 2 kalimat ini? Apakah soal brp lama qt ada dlm masa penantian? Ataukah ttg sbrapa cpt dan pd usia brp kita bertemu sang pangeran dan bersanding di pelaminan? 
Ternyata tak sepenuhnya demikian. 
Mensegerakan dan tergesa-gesa lbh pas jika dimaknai dlm konteksnya sbrapa lama persiapan yg qt lakukan untuk menuju gerbang pernikahan. Ia berbicara masalah waktu dan sbrp matang persiapan. 
Ust Salim A.Fillah misalnya, bliau menikah di usia 20thn. Tp sejak usia 15 thn bliau tlah mempersiapkan diri. 5thn persiapan. Ini namanya mensegerakan.


Readmore...

Kapan Hubungan Intim Bisa Bernilai Ibadah disisi Allah

Materi Kajian online wa HAMBA اللَّهِ SWT
Hari senin, 21-4-2014
Pemateti : ustad Dodi Kristono
Pj : Bunda Dewi + Bunda Rini

#Kapan Hubungan Intim Bisa Bernilai Ibadah disisi Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى ...?

“Hubungan intim kalian (suami-istri) adalah sedekah.” 
(Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم dari sahabat Abu Dzar). 

Lalu kapan hubungan intim atau seksual bisa bernilai ibadah?
Dari Abu Dzar, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »


Readmore...

Pelajaran Tajwid I = 1. IDGHAM BIGHUNNAH 2.IDGHAM BILAGHUNNAH 3,IQLAB 4. IDZHAR

Materi Kajian online wa HAMBA اللَّهِ SWT
Rabu, 12 April 2014
Pemateri : ustadjah Rahayu Kustiara
Pj : bunda Tri / Rusni

Assalamu'alaikum ...hamba Allah...yang di rindu syurga...😊
MasyaALLAH...luar biasa ketika tau dan bisa bergabung di komunitas ini...
Saya coba mulai bersama sama kita akan membahas tajwid...mohon izin bukan karna saya paling pintar namun hanya ingin berbagi saja
kebetulan saya aktifis TPQ... jadi mohon maaf kalau nanti cara penyampaian nya seperti bersama anak anak
Saya agak sedikit bingung niiih biasanya memberi materi tajwid bertatap muka langsung...namun sekarang harus on line di WA...jadi aga butuh bimbingan juga niiih😀


Readmore...

Jauhi Zina

BALASAN PERBUATAN ZINA KETIKA DI DUNIA JUGA AKHIRAT

Berbagai balasan yg merupakan hukuman yg terpaksa diterima oleh para penzina ketika di dunia. Balasan & azab siksa akan menjadi lebih dahsyat lagi di akhirat kelak – ketika di Padang Mahsyar, di Titian Sirodh atau pun di dlm neraka Jahanam. Banyak ayat2 al-Quran serta hadis2 yg menceritakan kedahsyatan siksaan di dlm kawah api neraka. (Wa Na’uzu bi Allahi min zaalik!)


Readmore...

Putus Cinta, Cara Meredakannya


9 Cara Redakan Sakit Hati Setelah Putus Cinta


TRIBUNNEWS.COM - Tak ada orang yang tidak merasakan sakit setelah putus cinta, terlebih lagi jika kita berada di pihak yang diputuskan kekasih. Untuk beberapa orang, putus cinta bahkan bisa meninggalkan luka mendalam yang sulit hilang dan berlangsung lama.
Putus cinta memang menyakitkan, tapi cobalah untuk tidak terjebak dalam kesedihan berlarut-larut. Dilansir Your Romance Guide dan dikutip dari Terselubung Blogspot.com, ada sembilan cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit hati setelah putus cinta:

1. Jangan Bertemu dengan Mantan Kekasih Sementara Waktu
Setelah putus cinta, hindari bertemu atau berhubungan dengan mantan kekasih Anda. Perasaan sayang yang masih ada mungkin mendorong Anda untuk menelepon, mengirim pesan teks atau bertemu dengannya. Tapi tindakan ini justru akan mengingatkan sakitnya putus cinta. Anda harus benar-benar putus hubungan dengan sang mantan, setidaknya untuk beberapa bulan untuk menyembuhkan sakit hati.

2. 'Nikmati' Rasa Sakit Itu
Adalah hal yang sangat wajar ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai. Saat merasakan sakit, itu berarti sebuah tanda bahwa Anda sedang dalam proses penyembuhan. Menangislah jika Anda ingin menangis, dan berteriaklah jika memang itu bisa membuat perasaan sedikit lega. Rasa sakit setelah putus cinta bisa menginspirasi Anda untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik, yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya.

3. Menyibukkan Diri
Cara terbaik menyembuhkan luka karena putus cinta dan melupakan mantan adalah dengan menyibukkan diri. Anda tidak akan memikirkan mantan kekasih jika tidak memberi kesempatan otak untuk mengingatnya. Cobalah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Pilih aktifitas yang Anda senangi. Tidak hanya menyegarkan pikiran, banyak beraktifitas juga mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.

4. Curahkan Kesedihan Anda Hanya Kepada Teman Dekat
Boleh saja menceritakan bagaimana sakit hatinya Anda setelah putus cinta. Tapi bukan berarti Anda bisa membicarakannya ke setiap orang yang Anda temui. Bukannya bersimpati, tindakan ini justru bisa membuat teman-teman menjauhi Anda. Bijaklah dalam menyikapi 'tragedi' putus cinta Anda. Bicaralah hanya pada teman atau orang yang dekat dengan Anda, cukup mengerti Anda dan mau mendengar setiap keluh kesah. Akan lebih baik lagi jika orang tersebut bisa menenangkan, mencarikan solusi dan mendorong Anda untuk melanjutkan hidup.

5. Tumpahkan Perasaan Anda dalam Tulisan
Menumpahkan semua kekesalan dalam tulisan bisa jadi alternatif lain untuk meredakan sakit hati akibat putus cinta. Keluarkan semua rasa sakit, frustasi dan kemarahan Anda dalam buku harian, secarik kertas atau komputer (tapi jangan menyebarkannya ke grup email atau jejaring sosial). Setelah sembuh dari masa
lalu menyakitkan, Anda bisa membacanya kembali sebagai alat introspeksi untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan pasangan berikutnya.

6. Meditasi
Meditasi adalah salah satu tehnik lama untuk relaksasi dan mengendurkan pikiran yang tegang. Duduklah dengan tenang di dalam kamar, tutup mata, ambil nafas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Sambil relaksasi, Anda bisa menjauhkan hal-hal negatif dari pikiran Anda. Nyalakan lilin aromaterapi dan musik instrumental untuk menambah perasaan tenang saat relaksasi.

7. Beri Perhatian Pada Keluarga
Orang tua, kakak maupun adik mungkin adalah orang-orang yang berpengaruh besar pada kehidupan Anda. Mereka akan selalu berada di sisi Anda saat senang maupun susah. Saat menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasih, mungkin Anda tidak menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Inilah saatnya Anda banyak mencurahkan waktu dan berkumpul bersama keluarga. Coba ajak mereka rekreasi, atau sekedar makan malam bersama. Kehangatan keluarga merupakan obat paling manjur untuk menyembuhkan luka.

8. Fokus pada Karir
Jangan sampai kesedihan mengganggu performa kerja Anda. Mungkin akan sulit berkonsentrasi kerja saat kita didera masalah. Tapi cobalah untuk menjadikan karir sebagai prioritas dalam hidup Anda. Dengan fokus dalam bekerja, tak hanya membantu Anda melupakan sakit hati, tapi juga meningkatkan performa kerja Anda di kantor.

9. Nikmati Kesendirian
Sembuh dari sakit karena putus cinta memang bukan hal mudah. Karena itu, Anda butuh waktu menenangkan diri untuk beberapa lama. Jangan langsung mencoba jalin hubungan baru setelah putus cinta untuk pelarian.(*)

* copas dari Yahoo.com

Namun pelarian yang terbaik adalah berserah diri, tawakal, dan bersyukur,
berbahagialah karena putus sekarang sebelum terlanjur dan berdoa dan yakinlah Allah segera memberikan penggantinya yang jauh lebih baik.

Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah'
'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'
Aamiin YRA.


Tak perlu dia yang sempurna untuk terus bersamaku ...
karna yang aku butuhkan adalah
Dia yang tau kekuranganku,
Tapi tetap ingin bersamaku . . .


---

Berikut ini lima tanda bahwa rencana Anda ke pelaminan mungkin sebaiknya ditunda:


1. Anda memiliki keraguan besar. Ketika saya mulai membayangkan hal-hal buruk seputar pernikahan dan mulai berfantasi menjadi Runaway Bride, itu merupakan sebuah tanda bahwa pertunangan pertama saya adalah kesalahan besar. Ada banyak orang menikah dengan perasaan seperti mereka telah membuat sebuah kesalahan besar. Faktanya, sebuah penelitian terbaru dari University of California di Los Angeles melaporkan, 19 persen istri yang merasa ragu tentang keputusan untuk menikah, akhirnya bercerai empat tahun kemudian. Memang tak enak rasanya mengecewakan tunangan, keluarga, dan teman Anda, tapi jauh lebih berantakan jika hubungan kandas setelah ijab kabul terucap.

2. Anda berjuang terlalu keras. Normal jika Anda merasa sedikit gelisah ketika Anda memilah-milah detail hari besar Anda, tapi perasaan frustrasi tersebut tidak harus diarahkan negatif kepada pasangan Anda. Perencana pernikahan Kristen Ley mengatakan, “Menjelang hari pernikahan, banyak wanita menyadari bahwa mereka tidak siap membuat komitmen dengan mempelai pria.” Pertimbangkan baik-baik apakah Anda harus menikahi pria ini atau tidak.

3. Anda tidak setuju pada keputusan-keputusan besar. Sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi 5-10 tahun setelah pernikahan, tetapi David Bakke, editor Money Crashers Personal Finance, menunjukkan, “Anda harus melakukan pembicaraan serius tentang masalah-masalah yang akan Anda hadapi dalam kehidupan pernikahan Anda — seperti cara membesarkan anak-anak dan bagaimana Anda mengatur keuangan rumah tangga — dan pastikan Anda sama-sama menyetujuinya.

4. Anda menikah karena kesepian. Banyak wanita menjadi gugup dan khawatir jika mereka tidak menikah pada umur yang tepat. “Jika Anda mengatakan ‘ya’ pada lamarannya karena Anda takut bahwa dia adalah yang terbaik yang akan Anda miliki, karena Anda benci hidup sendiri, atau karena semua teman Anda telah menikah, Anda harus mempertimbangkan kembali rencana menikah,” ujar pakar hubungan dan pendiri Dating with Dignity, Marni Battista. Jangan menikahi seseorang hanya karena ingin menikah.

5. Teman dan keluarga mempertanyakan hubungan Anda. Hampir tidak mungkin membuat pilihan yang mengubah hidup Anda tanpa adanya dukungan dari orang-orang yang Anda sayangi. Jika orang-orang terdekat Anda mempertanyakan keputusan Anda untuk menikah atau setuju bahwa Anda harus membatalkannya, itu bisa menjadi alasan tepat bahwa Anda harus membatalkan pernikahan Anda.

Ingat: Ini adalah hidup Anda. Jangan terlalu memikirkan berapa banyak orang yang akan Anda kecewakan, karena orang yang paling mengerti tentang kebahagiaan Anda adalah diri Anda sendiri.

Readmore...

Jodoh


Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.


Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

J I K A ......

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang.....
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya .....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......

Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......
cukuplah sekadar keperluanmu. ......
Apabila sekali ia retak......
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula.......
Akhirnya ia dibuang..... .

Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya......

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa.....
Anggaplah ia manusia biasa.

Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. ....
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.... .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....
yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....
yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, dan coba membandingkannya dengan yang lain.

Janganlah terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain Kamu juga yang akan menyesal.
--

terjemah bebas dari QS An Nuur ayat 26.

Readmore...

Menikahi Janda

Menikahi Janda,… Mengapa Tidak ?!

Meski Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?


Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah.
Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.

Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda.

Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman !

Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.

Jika dulu ia pernah gagal membina keluarga bersama suami pertamanya, maka diharapkan ia bisa belajar dari pengalamannya itu untuk kemudian lebih introspeksi dan memperbaiki diri.
Sehingga jika kemudian ia menikah lagi, ia akan berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya, agar tidak karam sebagaimana yang pertama.

Pilih yang Shalihah Jika ingin menikahi janda, seorang lelaki tetap harus memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam untuk memilih calon istri.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu dinikahi karena empat hal.
Karena hartanya,
keturunannya,
kecantikannya,
dan agamanya.
Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.

Adapun mengenai gambaran akhlaq wanita shalihah,
adalah yang selalu menyenangkan hati suaminya bila dipandang,
selalu taat pada suaminya,
tidak pernah melanggar perintahnya serta
tidak berkhianat dalam mengelola harta suaminya.

Wanita seperti inilah sebaik-baik perhiasan dunia, yang layak dimiliki oleh lelaki yang shalih.
Untuk Para Janda Untuk para saudariku yang saat ini sudah menjanda, jangan biarkan hati kalian terus-menerus dalam kesedihan. Sungguh, meski sudah tidak punya suami, tetapi kalian masih punya Allah yang Maha Hidup.

Tetaplah menjaga kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah, karena Allah ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”(Fushshilat:30)

Berusahalah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan jagalah akhlak kalian baik di dalam maupun di luar rumah. Sebisa mungkin, kurangilah aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa untuk senantiasa menutup tubuhmu dengan pakaian yang syar’i.
Jika mungkin, mintalah salah seorang mahrammu untuk menemanimu.
Ingatlah bahwa keanggunan dan kesendirianmu bisa menjadi fitnah bagi lelaki.
Karena itu, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa dalam memulai setiap langkahmu. Jika kamu merindukan kasih sayang seorang suami sebagaimana dulu pernah engkau miliki, maka berdoalah kepada Allah agar memberikan yang terbaik untukmu.

Sungguh Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya, akan tetapi engkau pun harus bersabar. Yang terpenting, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allahu ta’ala. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.

Tambahan faedah : Janda adalah status semata yang sama halnya dengan “menikah”, “tidak menikah”, “duda”, “perjaka”, “perawan” dan kata sandang lainnya yang beredar di masyarakat.
Terkadang dalam hidup seseorang harus berhadapan dengan pilihan yang sulit bila masalah akhirnya menyebabkan pernikahannya kandas. Atau ketika kuasa Tuhan bicara lain dari rencana sepasang manusia, dan membuat yang ditinggalkan harus menjalani hidup sendiri.

Kalau dalam ajaran agama Islam posisi janda ini diletakkan sedemikian rupa yang harus kita hormati, rasanya tidak adil menempatkan mereka dalam kenegatifan. Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun beristrikan para janda yang ditinggal suaminya meninggal di medan perang, karena beliau ingin menjaga kehormatan para wanita tersebut dan menjamin masa depan anak-anaknya.

Sedangkan dalam mayarakat beberapa dari kita menempatkan seorang janda layaknya obyek tabloid gosip.
Rasanya ganjil kalau kita timpang sebelah memberikan cap yang kurang baik pada seorang janda, sedangkan bagi seorang duda, sepertinya hal yang biasa saja. Ketika kita memutuskan untuk memberikan cap tertentu pada sebuah status, tengoklah kembali siapa diri kita sebenarnya ini.
Kenapa kita tidak bisa melihat seseorang karena dia adalah pribadi yang menarik, welas-asih, baik hati atau periang? Kenapa kita tidak bisa mengukur seseorang karena kepandaiannya memasak, merangkai bunga, ilmu dan agamanya?
Apa perlu kita mencampur adukkan status seseorang dengan kemampuannya dalam masyarakat dan memberikan nilai rendah hanya karena dia berbeda?
Status, apapun itu, apalagi seorang janda, mestinya membuat kita berpikir keras. Berpikir bagaimana si wanita itu menghidupi keluarganya, kalau dia memiliki anak . Berpikir bagaimana bisa berlaku profesional di kantor, bukannya menyulut gosip-gosip iseng tentang kawan kerja yang seorang janda.

Semestinya kita terus belajar dengan berkaca pada orang lain, karena di beberapa hal bisa jadi kita ini lebih beruntung. Terlepas dari semua itu, semua janda-muda harus memikul beban yang tidak mudah, apalagi bila mereka sudah dikaruniai keturunan. Selain harus menghidupi dirinya sendiri, sang janda muda juga harus bisa berdiri tegar untuk menghidupi anak-anaknya.
Sedangkan untuk urusan asmara, janda-muda suka dihadapkan oleh kendala penolakan dari keluarga laki-laki.
Saya sendiri suka menemukan kisah-kisah di mana para janda-muda harus rela patah hati karena keluarga pihak laki-laki menolak kehadiran mereka.

Dari berbagai alasan yang disampaikan, penolakan keluarga laki-laki atas kehadiran seorang janda-muda sedikit banyak dipengaruhi oleh bagaimana masyarakat melihat sosok janda-muda itu sendiri.
Sosok seorang janda muda mau tidak mau sering dikaitkan dengan persepsi “bekas” atau “second hand“.
Akibatnya, janda-muda seperti mengalami penurunan kualitas sebagai calon pasangan hidup. Terlebih lagi bila jandanya disebabkan oleh perceraian. Saya pribadi menolak pandangan seperti ini.
Karena seorang janda muda hanyalah seseorang yang memang punya jalan hidup seperti itu, terlepas dari ditinggal mati ataupun karena bercerai. Ketika seorang wanita muda menjanda, tidak serta merta dia jadi turun kualitasnya, dan bukan pula berarti dia jadi kurang cocok untuk jadi pasangan hidup dibanding dengan wanita-wanita yang masih lajang. Memutuskan untuk meminang seorang janda muda memang punya kendalanya sendiri. Selain penolakan, kita juga harus mau berbesar hati menerima anak-anaknya, dan mungkin suatu saat harus berhadapan dengan mantan suami juga.

Hal-hal seperti inilah yang mungkin dipandang sebagai excess baggage nya janda-muda. Bagi seorang laki-laki, kondisi tersebut tentunya akan berdampak pada ketahanan psikologis, fisik dan ketahanan ekonominya.

Namun semua kembali pada pilihan. Bila sang janda-muda memang bisa memberikan yang selama ini kita cari dan bisa memberikan kedamaian hati, sudah selayaknyalah kita memperjuangkan dirinya untuk dijadikan pasangan yang akan menemani kita sampai hari tua nanti. bersabarlah dengan kesabaran yang tinggi……wahai ukhti Muslimah yang mengharapkan wajah NYA ta’ala Ingatlah firman Allah ta’ala , berikut ini : قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ .”

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. “(QS.AZ ZUMAR :10)

bersabar dan bertaqwalah dengan sebenar benar taqwa, yakinlah Allahu ta’ala akan memberikan yang terbaik wahai ukhti muslimah وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, (QS Ath Thuur : 48)

Semoga memberi pencerahan sobat semuanya,
Wassalam, -- www.ayonikah.com

Memang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar menikahi seorang wanita lajang daripada seorang janda sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Saya menikah dengan seorang wanita, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Apakah engkau telah menikah?" Saya menjawab; Ya. Beliau kembali bertanya: "Dengan gadis ataukah janda?" Saya jawab; Dengan janda. Beliau lalu bersabda: "Kenapa kamu tidak memilih gadis hingga kamu dapat bercumbu dengannya?"

Namun hal demikian tidaklah selamanya karena bisa jadi seorang janda lebih utama dinikahi daripada seorang wanita lajang. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah atau seorang yang berdiri menunaikan qiyamullail dan berpuasa di siang harinya."

Ketika ditinggal wafat istrinya Khadijah, Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — mengalami kesedihan hebat. Saat itulah, seorang wanita, Khaulah bintu Hakim As Sulamiyah, mengetuk pintu hati Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — dengan pertanyaannya,

“Tidakkah engkau ingin menikah lagi, wahai Rasulullah?”

Dengan nada penuh kesedihan dan kegalauan, Rasulullah balik bertanya,

“Adakah lagi seseorang setelah Khadijah?”

Khaulah pun menjawab, “Kalau engkau menghendaki, ada seorang gadis. Atau kalau engkau menghendaki, ada pula yang janda.”

“Siapa yang gadis?” Tanya beliau lagi.

“Putri orang yang paling engkau cintai, ‘Aisyah putri Abu Bakr,” jawab Khaulah.

Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — terdiam sesaat, kemudian bertanya lagi,

“Siapa yang janda?”

“Saudah bintu Zam’ah, seorang wanita yang beriman kepadamu dan mengikuti ajaranmu.” Jawab Khaulah.

Tawaran Khaulah mengantarkan Saudah bintu Zam’ah memasuki gerbang rumah tangga Rasulullah SAW. Hati beliau tersentuh dengan penderitaan wanita Muhajirah ini. Beliau ingin membawa Saudah ke sisinya dan meringankan kekerasan hidup yang dihadapinya. Lebih-lebih di saat itu, Saudah memasuki usia senja, tentu lebih layak mendapatkan perlindungan.

Malah bila menilik riwayat, kebanyakan istri Rasulluah SAW adalah Janda. Hanya satu yang dinikahi semasa masih gadis yakni Aisyah binti Abu Bakar RA. Dari kesemuanya istri-istri itu, umumnya Rasulullah SAW menikahi mereka karena pertimbangan kemanusiaan dan kelancaran urusan dakwah.

Syeikh Mustafa ar Ruhaibani menyebutkan hadits "Kenapa tidak dengan gadis sehingga kamu dapat bermain-main dengannya dan ia pun dapat bermain-main denganmu?." (Muttafaq Alaihi) dan Syeikh mengatakan,”Kecuali jika terdapat kemaslahatan lebih besar dalam menikahi seorang janda maka hendaklah dia mendahulukan janda daripada lajang dikarenakan kemasalahatan itu.” (Mathalib Ulin Nuha juz I hal 6530)

Dengan demikian, kedua pilihan tersebut –menikahi gadis atau janda– sama-sama bisa berada di garis anjuran syariat, keduanya adalah alternatif, dan siapapun berhak memilih mana yang baginya lebih ia minati. Berbagai pilihan terbentang di depan kita, dan Islam memang agama yang maslahat. Maka ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan mubah tersebut, gunakanlah kebijakan analisa kita untuk dapat mencapai sebesar-besarnya maslahat bagi diri kita, agama kita, dunia dan akhirat kita secara keseluruhan. Gadis atau janda bukanlah masalah, yang menjadi masalahnya: Dengan siapakah di antara keduanya Anda merasa bisa hidup berbahagia dan sejahtera? Pilihan ada di tangan Anda. Wallaahul muwaffiq.

Readmore...

Terlambat menikah

Diantara realita yang sering kita temui banyaknya wanita yang terlambat menikah, atau bahkan laki-laki yang terlambat menikah hal ini adalah sebuah permasalahan yang harus dicarikan penyebab dan solusinya. Apalagi tak jarang sebagian mereka terjatuh dalam perbuatan maksiat. Dibawah ini diantara sebab dan alasan kenapa banyak para pemuda dan pemudi kaum muslimin yang terlambat menikah :

Pertama : Lemahnya pemahaman tentang agungnya syariat menikah

Diantara faktor kenapa banyaknya orang yang menunda menikah tanpa alasan syar’i atau terlambat menikah adalah karena lemahnya pengetahuan seseorang tentang agungnya syariat menikah, atau manfaat yang besar yang terkandung didalamnya. Padahal selain merupakan perkara fitrah manusia menikah mempunyai manfaat dan kebaikkan yang sangat banyak, baik kebaikkan yang sifatnya dalam urusan dunia ataupun akhirat seseorang. Cukuplah jika sendainya setiap orang mengetahui bahwasannya dengan menikah seseorang akan terpenuhi kebutuhan biologisnya secara aman dan halal, menjadi sebab terjaganya dia dari perbuatan maksiat, mendapat ketenangan hidup dan memperoleh keturunan membuat ia tergerak untuk menikah. Banyak dalil tentang hal itu. Allah Ta’ala berfirman

” Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri – isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa kasih sayang “ ( Qs. Ar Ruum : 21 )

Rasullullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah maka menikahlah dikarenakan dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa hal itu sebagai tameng baginya.“ ( HR. Bukhari
dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu ‘Anhu ).

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam bersabda : “ Jika mati seorang manusia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara : Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

Kedua :
Ingin menyelesaikan studi dulu

Inilah diantara faktor banyaknya dari para wanita yang telat menikah dikarenakan ingin menyelesaikan studi dulu dan tak jarang dari mereka yang menolak lamaran untuk
menikah. Padahal Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda : “ Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian).
Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakkan yang besar “ (HR.
at-Tirmidzi, al-Baihaqi dan ini lafadznya, dihasankan oleh syaikh al AlBani)
setelah berlalunya waktu yang menambah umurnya maka sebagian mereka baru
tersadar mereka sudah mencapai umur wanita yang sulit untuk menikah. Ketika dia
melihat wanita sebayanya bahagia bersama suami dan anak anak mereka, sedangkan
dirinya masih menanti seorang suami.

Ketiga :
Pandangan terlalu idealis mengenai pasangan hidup


Yaitu tidak adanya sikap merasa cukup dengan perkara-perkara yang penting dan
darurat. Tidak adanya sikap menyesuaikan dengan realita yang ada. Dia meletakkan syarat-syarat khusus yang terlintas dibenaknya dari sifat kesempurnaan untuk suami yang dia impikan dan tidak mau mengalah sedikit saja dari kriterianya itu. Ini diantara faktor kenapa sebagian orang terlambat menikah.

Seorang wanita menuturkan kisahnya ” Walaupun usiaku mendekati 40 tahun tetapi saya tetap menginginkan agar suami kelak adalah seorang yang memilki kemuliaan, kemampuan materinya diatas pertengahan dan dia memiliki gelar yang tinggi. Tetapi sebenarnya saya setelah umur ini ketika saudara-saudara perempuanku mengunjungiku bersama para suami dan anak-anak mereka, saya merasakan kesedihan yang sangat dahsyat dan saya ingin seperti mereka, saya bisa mengunjungi kelurgaku dan bisa berpergian bersama suami dan anak-anakku.” Inilah diantara kisah seorang wanita yang
tertipu dengan idealisme mimpi.

Keempat : Faktor keluarga

Diantara faktor yang menyebabkan seorang wanita terlambat menikah bahkan sebagian mereka tidak menikah adalah faktor keluarga, baik dari pihak ayah, ibu atau saudara
kandungnya. Tidak jarang seorang pria yang shaleh ditolak tanpa alasan syar’i
ketika melamar seorang wanita yang keduanya sudah sama-sama cocok.

Kisah seorang akhwat yang gagal dalam prosesnya sama seorang ikhwan padahal sudah
sangat panjang dan susah perjalanan yang mereka tempuh sampai ketaraf khitbah
(lamaran) dan penentuan tanggal akadnya, akhirnya harus kandas ditengah jalan
ketika ibunya tidak terima karena alasan yang tidak syar’i.

Kisah seorang akhwat di Jawa Tengah yang harus berhadapan dengan seorang ayah
yang tidak setuju dia menikah mendahului kakaknya yang belum menikah.

Kisah seorang akhwat nan jauh disana gagal menikah dengan dipoligami, padahal dirinya
telah siap dan cocok dengan calonnya, begitu juga orang tuanya dan kakaknya setuju akan tetapi saudara perempuannya yang mempunyai pengaruh didalam keluarganya menolaknya dengan berkata, kamu boleh punya teman 2, 3 dan 4 tapi jangan menjadi istri yang ke 2, 3 atau 4.

Kelima : Meniti Karir

Perkara ingin meniti karir hingga kepuncaknya atau sesuai dengan apa yang ia inginkan
menjadi sebab sebagian wanita memasuki usia sulit untuk menikah, mereka sibuk dengan studinya, kemudian karirnya mereka berpandangan dengan menikah akan terhambat karirnya. Mereka tidak sadar bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga. Seiring berjalannya waktu mereka tak sadar bahwa usia mereka kian bertambah, laki-laki yang dulu pernah datang ingin meminangnya kini telah menikah dan masyarakat menganggap di wanita yang sulit untuk dipinang,
maka ketika karir yang dia inginkan sudah tercapai, ternyata usianya tidak seperti yang dulu disamping para laki-laki enggan untuk maju kepadanya dikarenakan faktor usia, khawatir ditolak, minder dengan karirnya yang tak sebanding dengan dirinya akhirnya diapun menjadi perawan tua yang gelisah sepanjang hari didalam penantian akan datangnya seorang suami.

Keenam : Belum mapan


Ini diantara faktor yang menjadi sebab banyaknya pemuda kaum muslimin yang
menunda menikah padahal diantara mereka ada yang hukumnya sudah wajib untuk
menikah, bahkan tak sedikit yang terjatuh dalam perbuatan maksiat. Jadi kenapa
dia harus menunggu mapan dengan ukuran harus punya rumah sendiri, kendaraan
sendiri, gaji bulanan dan yang lainnya. Jika ia mampu menikah membiyayai
pernikahan yang sederhana lalu setelah itu ia berusaha memenuhi kebutuhannya seperti rumah, kendaraan misalnya maka hal itu perkara yang baik. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman

“ Dan kawinilah orang-orang yang sendirian diantara
kamu, dan orang-orang yang layak (untuk kawin) dari hamba sahayamu laki-laki
dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan
karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui “ (Qs. An Nur’ : 32 )

Berkata Asy Syaikh Al Allamah Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah :“ ( Pada ayat Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya ) Tidak menghalangi mereka apa yang mereka khawatirkan bahwasannya jika mereka menikah akan menjadi miskin dengan disebabkan banyaknya tanggunan dan yang semisalnya. Didalam ayat ini terdapat anjuran untuk menikah dan janji Allah bagi orang yang menikah dengan diberikan kekayaan setelah sebelumnya miskin “ (Taisiir ar Karimi ar Rahman pada ayat ini )

Ketujuh : Lingkungan yang jelek

Lingkungan yang jelek sangat mempengaruhi dalam membentuk kepribadian seseorang, masyarakat yang jauh dari nilai-nilai agama, sangat mempengaruhi pola pikir para pemuda dan pemudi dalam keinginannya untuk menikah. Maka sangat jarang pemuda yang ingin segera menikah ketika ia jauh dari agama, hidup ditengah-tengah masyarakat yang rusak, tersebarnya fitnah syahwat, perzinaan dan pelacuran. Karena dia menganggap suatu hal yang aneh ketika ia harus menikah muda padahal dia bisa bersenang-senang dengan wanita yang mana saja yang ia sukai tanpa harus menikah dan memikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Disatu sisi jika seorang pemuda yang taat beragama ingin segera menikah maka tak jarang masyarakat atau lingkungan sekitar bertanya-tanya dan menganggap aneh bahkan menyalahkan sikapnya itu, terlebih lagi ketika seorang wanita menerima lamaran seorang pria yang akan menikahinya dengan dipoligami (menjadi istri ke 2, 3 atau 4) anda akan melihat reaksi yang luar biasa. Dari mulai mencaci hingga mengutuk dialamatkan kepada pelaku poligami. Tapi ketika ada tetangganya yang MBA (menikah karena hamil dari perbuatan zina) lalu orang tuanya segera menikahi anaknya tersebut maka seakan-akan tidak ada reaksi sedikitpun dari masyarakat, menganggap hal itu suatu yang biasa.

Kedelapan : Tingginya mahar

Diantara faktor banyaknya pemuda dan pemudi kaum muslimin terlambat menikah adalah tingginya mahar. Hal ini jelas bertentangan dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir
Radiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam : “
Sebaik-naik pernikahan ialah yang paling mudah “ (HR. Abu Dawud, Ibnu
Hibban dan ath Thabrani dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Dalam hadist lain Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda : “ sesungguhnya diantara kebaikkan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya dan mudah rahimnya “ (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al Hakim, dihasnkan oleh Syaikh al Albani)

Kesembilan : Berlebih-lebihan menetapkan syarat dan biaya pernikahan

Diantara problem seorang pemuda ketika ingin menikah adalah ketika dia dituntut untuk membiayai pernikahan dengan biaya yang berlebihan maka tak jarang para pemuda megurunkan niatnya untuk segera menikah.
Karena di benaknya terpikir dia harus mempersiapkan puluhan juta untuk menikah.
Akhirnya banyak dari pemuda dan pemudi kaum muslim yang terlambat menikah.
Bahkan ada yang gagal menikah lantaran salah satu pihak menyaratkan untuk biaya
pernikahan yang mahal. Jelas hal ini menyelisihi syar’i.

Belum lagi syarat-syarat yang terkadang memberatkan seseorang untuk segera menikah. Ada yang menyaratkan harus tinggal dikota tempat keluarganya tinggal, sebagian lagi menyaratkan harus memakai adat mempelai wanita walaupun menyelisihi syar’i atau menghambur-hamburkan uang dan yang lainnya.

Kesepuluh : Adat

Diantara faktor sebagian wanita terlambat menikah adalah dikarenakan adat yang menyelisihi syar’i sebuah adat yang mungkar yaitu melarang seorang adik menikah terlebih dahulu daripada kakaknya. Seorang akhwat menceritakan kisahnya terpaksa proses kearah pernikahan dengan seorang ikhwan harus terhenti akibat ayahnya bersikukuh tidak boleh dia menikah sebelum kakaknya.

Kesebelas : Berpaling dari Poligami

Diantara faktor banyaknya wanita yang terlambat menikah bahkan tidak menikah hingga akhir hayatnya atau janda susah untuk menikah kembali dikarenakan berpalingnya mereka dari syariat poligami. Syariat poligami adalah syariat yang sangat agung yang disyariatkan oleh Rabb semesta alam. Syari’at yang sesuai dengan fitrah manusia. Dimana pada masa ini jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki maka solusi yang tepat adalah dengan poligami. Solusi ini bukanlah suatu hal yang mustahil dan bukan juga sesuatu yang sulit diraih bahkan sangat mungkin untuk dilakukan. Tentang syariat poligami Allah Ta’ala berfirman :

“ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “(Qs. An Nisa’ : 3).

Maka tak jarang seorang pria yang sudah beristri yang ingin menikah lagi dengan seorang wanita untuk dijadikan istri kedua, tiga atau keempat sering kali ditolak baik sama wanita tersebut atau sama keluarganya, walaupun dengan resiko putrinya
menjadi perawan tua bahkan mungkin dengan resiko berzina -naudzubillah-, atau
dengan resiko mati tanpa merasakan indahnya pernikahan. Tak tahu apa yang menjadi
pertimbangan mereka kecuali hawa nafsu, perasaan yang telah rusak dengan pemikiran menyimpang dan pendidikan yang buruk disamping konspirasi musuh-musuh islam.

Disamping terkadang justru yang lari dari syariat poligami adalah pria itu sendiri. Hal ini dikarenakan sebagian pria walaupun dia memiliki kemampuan untuk beristri
lebih dari satu disamping dapat berlaku adil tetapi dia tidak pernah berpikir untuk menikah lagi setelah menikah dengan istrinya yang pertama. Maka jika para laki – laki yang mempunyai kemampuan berbuat adil itu bergerak untuk menikahi wanita – wanita yang belum menikah apalagi wanita yang terlambat menikah maka hal ini menjadi sebuah solusi dari banyaknya wanita-wanita yang belum menikah.

Inilah diantara beberapa faktor dan alasan kenapa banyak dari pemuda dan pemudi kaum
muslimin terlambat menikah. Adapun solusi dari semua ini adalah menghilangkan sebab dan alasan diatas. Semoga mereka semua segera sadar dan semoga Allah memudahkan urusan kita semua terutama dalam mendapatkan pendamping yang shaleh dan shalehah… Amin.

http://nikahmudayuk.wordpress.com/2011/01/15/beberapa-faktor-dan-alasan-kenapa-mereka-terlambat-menikah/


Readmore...

Pesan-pesan Rasulullah ttg Wanita

Alloh Subhanahu Wa Ta`ala berfirman, yang artinya:
`Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya".(QS Ar Ruum: 21)



Dalam ayat ini Alloh menjadikan istri sebagai salah satu tanda kekuasaan Alloh yang harus dijaga. Ia adalah salah satu nikmat-Nya yang wajib disyukuri, sebagaimana yang
diperintahkan- Nya.

Dan diantara perintah yang sangat Rosululloh tegaskan dan sering disebut-sebut ialah tentang hak wanita.
Memahami tentang pesan-pesan Rosululloh berkenaan dengan wanita akan melahirkan
rasa syukur kepada Alloh atas nikmat-Nya, juga agar tidak berlaku dzolim
kepada para wanita.

Pesan-pesan Rosululloh yang berkenaan dengan wanita sangatlah banyak. Hal ini menegaskan tentang tanggungjawab yang besar yang Alloh pikulkan kepada para laki-laki, khususnya kepada seorang suami. Pesan-pesan tersebut terangkum dalam beberapa hadits Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam, diantaranya adalah:

1. Al Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiallohu anhu dari Nabi Shollallohu `alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:

`Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya. Maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok.
Oleh karena itu, berbuatlah baik kepada wanita.` (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits lain yang senada dengan hadits diatas adalah yang diriwayatkan dari Ahmad dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya: ` Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu
meluruskannya.
Maka kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan dapat hidup bersamanya.` (HR Hakim, shohih)

Hadits-hadits ini berisi anjuran agar berlemahlembut kepada wanita untuk melunakkan hati mereka..
Dalam hadits inipun berisi cara memimpin wanita, yaitu dengan cara memaafkan mereka
dan bersabar terhadap kebengkokan mereka. Dan barangsiapa yang ingin meluruskan
mereka, berarti mengambil manfaat (adanya) mereka. Karena setiap manusia membutuhkan wanita; ia merasa tentram kepadanya dan menjadikannya sebagai
penopang kehidupannya. Seolah-olah Al Hafidz dalam bukunya Al Fath mengatakan: `Mengambil manfaat mereka tidak akan tercapai kecuali dengan bersabar terhadapnya. `

2. Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam bersabda di akhir kehidupannya, dan hal itu terjadi pada haji Wada`:

`Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian. Kalia tidak berkuasa terhadap mereka sedikit pun selain itu, kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka. Mereka
pun tidak boleh memasukkan siapa yang tidak kalian sukai ke tempat tidur dan
rumah kalian. Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian adalah kalian berbuat
baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan makanan mereka.` (HR Tirmidzi dan
Ibnu Majah, shohih)

Pesan kedua yang disampaikan oleh Rosululloh shollallohui `alaihi wa sallam selanjutnya adalah agar para laki-laki berbuat baik dan tidak mendzolimi wanita dengan cara memenuhi hak-haknya berupa makanan dan pakaian. Sebab, Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam pernah bersabda: ` Seseorang sudah cukup berdosa bila
menyia-nyiakan siapa yang wajib diberinya makan.`(HR Muslim)

Memberi nafkah adalah kewajiban para suami artinya ini adalah hak istri yang harus ditunaikan. Namun disisi yang lain nafkah yang dikeluarkan inipun menjadi shodaqoh bagi dirinya.
Inilah luarbiasanya aturan Islam. Beberapa hadits tentang nafkah menjelaskan
akan hal ini, yaitu: Abu Mas`ud al Anshori rodhiallohu anhu meriwayatkan bahwa
Nabi shollallohu `alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

`Jika seorang muslim memberikan (nafkah) kepada keluarganya karena mencari pahala, maka hal itu menjadi shodaqoh baginya.l(HR Bukhori dan Muslim)

Hadits yang diriwayatkan dari Sa`ad rodhiallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam bersabda padanya:

`Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukkan) ke mulut istrimu.` (HR Bukhori Muslim)

3. Selain hadits-hadits Rosululloh, maka Alloh berfirman di banyak ayat-ayatnya tentang wanita yang harus diperhatikan oleh para laki-laki. Diantara ayat-ayatNya adalah: QS.An Nisaa`: 19, artinya: `... Dan bergaullah dengan mereka secara
ma`ruf...`.

Al Qurthubi mengatakan yaitu dengan menyempurnakan haknya berupa mahar dan nafkah, tidak berwajah masam di hadapannya tanpa kesalahan, berbicara yang baik dan tidak kasar. Dan diantara
mempergauli (istri) dengan baik adalah berbuat (sesuatu) untuk istri sebagaimana ia berbuat untuk dirinya sendiri. Hal lain yang termasuk mempergauli dengan baik adalah berakhlak baik terhadapnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rosululloh shollallohu `alaihi wa sallam, yang artinya:
`Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik
akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada istrinya. (HR. At
Tirmidzi, hadits hasan shohih)

Itulah sekelumit gambaran tentang wanita yang diwasiatkan oleh Rosululloh kepada para laki-laki. Dan kesholihan wanita adalah harapan yang diinginkan oleh para laki-laki. Karena kesholihan wanita adalah salahsatu unsur kebahagiaan bagi seorang laki-laki.
Sebagaimana diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Nabi shollallohu `alaihi wa sallam
yang artinya: `Kebahagiaan manusia ada tiga: Wanita yang sholihah, tempat
tinggal yang baik, dan kendaraan yang baik. Sedangkan kesengsaraan manusia
ialah:
Wanita yang buruk (perangainya) , tempat tinggal yang buruk, kendaraan
yang buruk.` (HR Ahmad dengan sanad yang shohih). Maka tiada lain caranya
adalah para laki-laki mendidik diri menjadi tauladan dan memegang teguh
wasiat-wasiat Nabi tersebut. Wallohu a`lam bish showab.

Oleh : Ummu Yusuf pada Kafe-Muslimah


Readmore...

Istri lebih pandai ilmu agama

*Tanya:*

Assalamu'alaikum. Pak kiai, seperti pernah disampaikan bahwa tugas suami adalah membimbing istri dalam hal keagamaannya. Yang ingin saya tanyakan bagaimana jika calon suami merasa kurang memahami ilmu agama dan mencari istri yang lebih pandai agama dengan harapan dapat menimba ilmu darinya?
lalu bagaima kaitannya dengan kepempimpinan suami karena dalam hal ini sumai pastinya mengikuti saran istri yang lebih tahu agama. Terimakasih atas
jawabannya pak kiai. Wassalam

Wa’alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh.

*Ardian*

*Jawab:*

Saudara Ardian yang dirahmati Allah SWT.

Memilih pasangan hidup haruslah memprioritaskan kemampuan agamanya dibandingkan dengan potensi ekonomi, kehormatan dan kecantikannya. Laki-laki tidak harus lebih pintar agamanya dari calon perempuannya. Boleh saja perempuan lebih pandai di bidang agamanya, tetapi laki-laki harus lebih pandai di bidang lainnya, sehingga pasanganga suami Istri dapat mengisi kekurangan masing-masing demi kesempurnaan kehidupan rumah tangganya.

Al Qur’an menyebut pola berkeluarga antara suami dan istri bagaikan pakaian yang saling menutupi dan saling mengisi kekurangan masing-masing. Jika Al Qur’an menyebut bahwa laki-laki adalah pemimpin, bukan berarti perempuan sebagai bawahan atau karyawan bagi laki-laki, atau sering kita dengar dalam ungkapan bahwa perempuan bukan subordinat laki-laki.

Pemimpin tidak berarti pandai segalanya, tetapi memimpin berarti adalah memenaje kehidupan berumah tangga yang tetap mengedapankan kebenaran, baik dari istri maupun suami. Bahkan kebenaran yang disampaikan oleh anak-anaknya pun harus didahulukan.

Jadi, pemimpin tidak berarti otoriter tetapi harus dengan cara bermitra dan bermusyawarah untuk menjalankan kebenaran dalam rumah tangga. Demikian juga, bagi perempuan yang merasa lebih pintar dari suaminya bukan merarti boleh sewenang-wenang, meremehkan dan berbuat zalim kepada suami. Prinsipnya, dalam rumah tangga harus ada pimpinan dan dijalankan dengan cara kemitraan dan musyawarah.

Semoga bermanfaat,

Wassalam

*KH. Ahmad Zubaidi*

*Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama*

Readmore...

Nasihat Bagi Para Suami

Apa yang memberatkanmu wahai hamba Allah!
untuk bermuka cerah di depan isterimu ketika masuk rumah, agar engkau mendapat pahala dari Allah?!!

Apakah berat bagimu jika engkau melemparkan senyuman kepada isteri dan anak-anakmu?!!

Apakah mengurangi kewibawaanmu wahai hamba Allah! bila engkau mengecup kening isterimu dan bermain-main dengannya?!!

Apakah yang memberatkamny menyuapkan satu suapan makanan ke mulut isterimu, hingga engkau mendapat pahala karenanya?!!

Apakah sulit bila masuk rumah engkau mengucpkan salam dengan sempurna: Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh; hingga engkau mendapatkan 30 kebaikan?!!

Mengapa engkau tidak berbicara dengan perkataan yang baik kepada isterimu, meskipun sedikit berbohong agar ia senang?!!

Tanyakanlah tentang isterimu, tanyakanlah keadaannya ketika engkau baru masuk rumah.

Aku pikir tidak mengapa dan tidaklah berat bila engkau berkata kepada isterimu:
"Wahai kekasihku, sejak aku keluar dari sisimu sedari pagi hingga sekarang, seolah-olah setahun telah berlalu!!"

Sesungguhnya bila engkau mengharapkan pahala -walaupun engkau merasa jemu mendatangi dan mencampurinya- maka engkau mendapat pahala dan ganjaran Allah Ta'ala;
karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Dan dalam kemaluanmu ada sedekah."

Apakah termasuk suatu kebodohan wahai hamba Allah!
bila engkau berdo'a pada Allah seraya berkata:
"Ya Allah perbaikilah aku dan isteriku, serta berikanlah keberkahan kepada kami."

Sebuah ucapan yang baik adalah sedekah
Wajah berseri dan senyuman adalah sedekah
bersalaman sambil mengucapkan salam menghilangkan kesalahan-kesalahan
dalam jima' pun ada pahalanya.
==

dari:
Romantika Pergaulan Suami Isteri, Syaikh Musthofa Al 'Adawi; kerjasama Media Hidayah dan Pustaka Al Haura; hal.209-211


Readmore...