Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba اللّهُ yang Kaffah.

ODOS - Episiode 651 - 654 : 💟Rasulullah Bercerita💟🔆Bersabar Jika Berhadapan dengan Musuh

📚ONE DAY ONE SIROH

🌿MATERI 651🌿

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

💟Rasulullah Bercerita💟

Pada Perang Khaibar, di tengah-tengah rangkaian pertempuran dahsyat itu, terjadilah sebuah peristiwa yang mengingatkan kita betapa terhormatnya orang yang berjuang dengan berani membela agama.

Ketika pasukan Muslim baru saja mulai mengepung benteng-benteng Khaibar, datanglah seorang gembala berwajah hitam mengiring kambing-kambingnya. Gembala itu tidak terkurung karena ia sedang berada jauh di padang gembala. Maka itu, ketika hendak kembali dia terkejut bukan kepalang. Ia melihat Khaibar telah terkepung. Sejenak diperhatikannya gerak-gerik pasukan Muslim. Belum pernah ia melihat pasukan setertib , segagah, dan sedisiplin itu di tanah Arab. Hatinya tertarik dan ia langsung menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, si gembala meminta, "Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku apa itu Islam?"

Di tengah kesibukan memimpin pertempuran, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu punya waktu bagi orang-orang yang tertarik pada Islam, walaupun orang yang bertanya itu hanya sekedar seorang gembala miskin yang di mata manusia tampak tidak berharga. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan tentang Islam

-

Setelah itu si gembala memeluk Islam dan berkata, "Ya Rasulullah aku adalah seorang buruh yang disewa orang  Yahudi di dalam benteng itu untuk mengembalakan kambing-kambingnya. Seperti yang kutahu dari penjelasan Tuan tadi bahwa kambing-kambing ini termasuk amanah yang harus kujaga. Maka, apa yang harus kuperbuat dengan kambing-kambing ini? Jika aku begitu saja mengembalikannya sedangkan mereka dalam keadaan perang majikanku pasti akan membunuhku!"

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, "Ambil segenggam batu kerikil dan lemparkan ke depan kambing -kambing itu, niscaya mereka akan kembali kepada pemiliknya.

Maka si  gembala melemparkan batu kerikil ke depan kambing kambing sambil berkata, "Pulanglah kalian ke pemilik kalian!" Sungguh demi Allah Subhanahu wa Ta'ala aku tidak mau lagi bekerja kepada majikan kalian buat selamanya!"


🔆Bersabar Jika Berhadapan dengan Musuh

Meski sebuah ujian (termasuk berhadapan dengan musuh) bertujuan menghapus dosa seorang muslim, tetapi kita tidak boleh mengharapkannya. Namun jika ujian itu datang kita harus ingat apa sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. "Janganlah kamu mengharapkan berpapasan dengan musuh dan senantiasa mohonlah kesehatan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau kamu bertemu dengan musuh, maka bersabarlah, Jangan melarikan diri. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala bersama orang-orang yang sabar."

--

Maka kawanan kambing itu berjalan beriringan dengan tertib seolah-olah ada seseorang yang mengiring mereka dari belakang. Terus saja mereka berjalan sampai masuk ke salah satu benteng yang tengah terkepung.

Saat itu juga, si gembala minta izin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam agar ia diikutsertakan dalam pertempuran. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberinya senjata seadanya, karena pasukan muslim bukanlah pasukan yang berlebihan dalam persenjataan. Namun mata sang gembala menyala penuh semangat, tak kalah dengan saudara-saudaranya dari Madinah yang sudah terlebih dahulu memeluk Islam.

Takbir bersahut-sahutan di seluruh medan tempur dan pasukan muslim maju menyerang. Gembala yang belum bisa dan belum sempat melaksanakan shalat 1 rokaat pun itu ikut dalam gelombang barisan yang mendorong maju seolah sudah masuk Islam sejak lahir. Semangatnya  sama bergeloranya dengan yang lain. Kini ia memburu syahid, satu hal yang tak semua muslim dapatkan walau ia telah muslim sejak lahir dan meninggal di penghujung usia yang panjang.

Pasukan muslim menubruk tembok benteng yang tinggi di bawah lindungan tembakan panah yang mengarah ke atas benteng. Namun orang-orang Yahudi membalas dengan hujan batu ke bawah dinding. Sebuah batu besar yang dilemparkan sekuat tenaga dari ketinggian tepat mengenai kepala si Gembala. Tak ada sakit yang dirasa oleh seseorang mujahid walau kepalanya retak. Gembala yang beruntung itu mendapatkan syahid pada hari pertama ia memeluk Islam.

---

Setelah pertempuran, para sahabat membawa satu persatu mereka yang sakit ke hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Mereka juga membawa jasad si gembala. Namun begitu melihat tubuh si gembala,  mendadak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memalingkan wajah. Para sahabat sangat heran dan bertanya,"Wahai Rasulullah mengapa engkau memalingkan wajah?" Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tersenyum seolah merasa malu lalu bersabda, "Saat ini dia sedang berdua dengan istrinya bidadari surga yang cantik jelita. Bidadari itu sedang membersihkan debu yang menempel di wajah gembala ini. Maka aku memalingkan wajahku karena malu melihat mereka."


📝Editor : Ustadzah Ratna

🌿MATERI 654🌿

🤺🤺🤺🤺🤺🤺🤺🤺