Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba ุงู„ู„ّู‡ُ yang Kaffah.

ODOS - Episiode 489 - 492 : Rasulullah Menangis

๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿ•‹๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿ•‹๐ŸŒด๐ŸŒด

☂️ONE DAY ONE SIROH☂️

๐ŸŒˆMATERI 489๐ŸŒˆ


๐Ÿ•‹Rasulullah Menangis Mendengar Al Quran๐Ÿ•‹

Hati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang lembut sangat tersentuh apabila melihat penderitaan manusia. Maka tidaklah kita merasa heran jika hati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bergemuruh haru mendengar ayat-ayat Al Quran dibacakan.

Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah Bin Masud. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada Abdullah Bin Masud, "Wahai Abdullah bacakan Al Quran kepadaku."

Abdullah memandang beliau penuh khidmat, namun dengan rasa heran,  "Bagaimana aku membacakan Al Quran kepada engkau, sementara Al Quran itu sendiri diturunkan kepada engkau?"

Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, "Aku ingin mendengarnya dari orang lain."

Maka Abdullah Bin Masud membacakan surat An-Nisa' sampai "Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)."
(Quran surat An-Nisa' ayat 41)

Pada saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Cukup."

Abdullah Bin Masud menghentikan bacaannya dan menoleh kearah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia melihat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis.


-------------





Suatu ketika, turunlah firman Allah "Maka apabila kamu  merasa heran terhadap pemberitaan ini dan kamu menertawakan dan tidak menangis?"
(Quran Surat An-Najm ayat 59-60)

Mendengar ayat ini para ahlu suffah menangis hingga air mata mengalir memenuhi pipi mereka. Ahlus suffah adalah orang-orang fakir yang tinggal di selasar masjid karena tidak memiliki tempat tinggal. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendengar isak tangis ahlus suffah, beliau pun ikut menangis. Para sahabat lain juga ikut menangis.

Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak akan masuk  neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang yang terus melakukan maksiat. Sekiranya kalian tidak melakukan dosa pasti Allah akan mengganti kalian dengan orang-orang yang berbuat dosa, lalu Dia ampuni mereka."

Orang yang menangis di dunia karena takut kepada Allah akan tertawa di akhirat nanti.

Satu dari tujuh golongan yang akan diteduhi Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada hari kebangkitan kubur yang amat panas nanti adalah orang yang menyebut asma Allah dalam kesendirian, lalu berlinanglah air matanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Apabila bulu roma seseorang tegak disebabkan rasa takutnya kepada Allah maka berguguran lah dosanya seperti bergugurannya daun-daun dari pohon."



-----------------------------


๐Ÿ•‹Rasulullah Berkisah tentang Neraka๐Ÿ•‹

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "... Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu...?"
(Quran  Surat Al-Baqarah ayat 24)

Setelah membacakan ayat itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam boleh menggambarkan neraka, "Api neraka itu dinyalakan selama 1000 tahun hingga memerah,  1000 tahun hingga memutih, 1000 tahun hingga menghitam.  Neraka itu hitam legam, nyala apinya tak pernah padam."

"Tiba-tiba seorang pria hitam di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis. Jibril Alaihissalam turun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan bertanya, "Siapa orang yang menangis dihadapanmu itu?"

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, "Seseorang dari negeri Habasyah."

Beliau pun memuji orang itu di hadapan Jibril. Setelah itu beliau kembali membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada para sahabatnya, "Demi keagunganKu dan ketinggianKu di atas  ArsyKu, tidak ada mata yang menangis di dunia karena takut kepadaKu kecuali Aku perbanyak ketawanya di surga."

Hani adalah seorang bekas budak Utsman bin Affan. Ia merasa heran sebab Utsman selalu menangis sampai janggutnya basah jika berdiri di sebuah kuburan. Hani pun bertanya, "Anda mengingat surga dan neraka, tetapi anda tidak menangis namun jika Anda mengingat kuburan, anda menangis?"



-------------------




Setelah reda, Utsman bin Affan menjawab, "Sebab aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Kuburan adalah tempat persinggahan pertama akhirat. Kalau seseorang selamat dari azab-Nya, yang setelah itu akan lebih ringan. Namun jika seseorang tidak selamat darinya, yang setelahnya akan terasa lebih berat."

Aku juga mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak pernah aku melihat sebuah pemandangan kecuali kuburan lebih mengerikan darinya."

Demikianlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu mengingatkan kita akan tibanya nanti masa kekal di negeri akhirat. Para sahabat mencapai derajat keimanan yang tinggi karena mereka mengingat hal itu terus- menerus.

Abu Hurairah menangis menjelang ajalnya ketika ditanya mengapa? Abu Hurairah menjawab, "Aku berada di lereng pendakian menuju surga dan neraka. Aku tidak tahu akan digiring ke surga atau neraka."

Dalam shahih Imam Bukhari dari Ibnu Mas'ud,  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Orang mukmin melihat dosa-dosa seakan-akan ia duduk di bawah sebuah gunung, ia takut tertimpa. Adapun orang yang hanyut dalam kemaksiatan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang melintasi hidungnya. Ia hanya mengibaskan tangan untuk mengusirnya."

Dari hadits ini jelaslah bahwa orang mukmin tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil seperti yang dilakukan orang fasik.


--------------------------------


Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah.

✍️Editor : Ustadzah Ratna

๐ŸŒˆMATERI 489๐ŸŒˆ

๐Ÿ’ฆ☔️๐Ÿ’ฆ☔️๐Ÿ’ฆ☔️๐Ÿ’ฆ☔️๐Ÿ’ฆ