Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba ุงู„ู„ّู‡ُ yang Kaffah.

ODOS - Episiode 171 - 178 : Hijrah Rasulullah Menuju Yatsrib 2 (masjid QUBA)

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐Ÿ’šONE DAY ONE SIROH๐Ÿ’š

๐ŸŒบMATERI 171 JILID 6๐ŸŒบ


๐ŸŽBuraidah๐ŸŽ

Sahabat fillahku, tidak hanya Suraqah bin Malik yang mengincar hadiah seratus ekor unta. Pemimpin Kabilah Banu Sahmin yang bernama Buraidah bin Al Hasib Al Aslami juga keluar mencari beliau. Ia memimpin tujuh puluh orang prajurit dan menyusuri jalan-jalan ke arah Yatsrib. Di suatu tempat, tiba-tiba saja secara kebetulan mereka bertemu rombongan Rasulullah.

"Kepung!" perintah Buraidah. Beberapa detik kemudian, tujuh puluh pedang, tombak, dan panah mengurung Rasulullah dan memaksa beliau berhenti. Buraidah menegur Rasulullah. Beliau pun menjawabnya. Kemudian, sebelum Buraidah sempat bertanya lagi, Rasulullah mendahuluinya, "Siapa Anda?"

"Saya Buraidah bin Al Hasib."

Dengan tenang Rasulullah berkata kepada Abu Bakar, "Mudah-mudahan suasana mencekam ini kembali menjadi lebih baik."

Kemudian, beliau memandang kembali Buraidah dan bertanya, "Dari keturunan siapa Anda?"

"Dari desa Aslam, keturunan Sahmin."

Kembali Rasulullah memalingkan wajahnya ke Abu Bakar dan berkata, "Kita telah selamat dan keluar dari jangkauan panah mereka."

"Siapakah engkau?" Kali ini Buraidah yang bertanya.

"Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib."

Dengan kehendak Allah, saat itu juga Buraidah mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam.
Melihat pemimpin mereka memeluk Islam, tujuh puluh orang pasukan pengepung pun mengikuti jejaknya.

Setelah itu, Buraidah dan pasukannya mengawal rombongan Rasulullah sampai keluar wilayah mereka.

Demikianlah sahabat fillahku, bahkan dalam situasi diburu dan dikejar pun, Rasulullah tetap mampu mengumpulkan pengikut berkat ketenangan, kekuatan iman, dan pertolongan Allah.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ”ดKefasihan Rasulullah๐Ÿ”ด

Perkataan Rasulullah itu jelas, tidak berlebihan, dan tidak pula terlalu pendek. Bunda Aisyah menuturkan, "Susunan kata Rasulullah tidaklah seperti susunan kata kamu sekalian. Beliau berbicara dengan perkataan yang trang dan jelas, (mudah) dihafal oleh siapa pun yang beliau hadapi."

๐Ÿ“˜Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“˜

๐ŸŒบMATERI 171 JILID 6๐ŸŒบ

๐Ÿ•Š๐ŸŒฟ๐Ÿ•Š๐ŸŒฟ๐Ÿ•Š๐ŸŒฟ๐Ÿ•Š๐ŸŒฟ๐Ÿ•Š

------------------------------------------------------

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐Ÿ•ŠONE DAY ONE SIROH๐Ÿ•Š

๐Ÿ–‹MATERI 172 JILID 6๐Ÿ–‹


๐Ÿ•ŒPenyebaran Islam di Yatsrib๐Ÿ•Œ

Sahabat fillahku, pesatnya perkembangan Islam di Yatsrib tidak lepas dari jasa Mush'ab bin Umair yang diutus Rasulullah ke Yatsrib untuk mengajarkan Islam. Mush'ab yang cerdas dan berhati lembut mampu membuat orang yang memusuhinya menjadi kawan.

Berikut ini adalah salah satu kisah kecemerlangan dakwah Mush'ab bin Umair.

Jauh sebelum Rasulullah dan kaum Muslimin Mekah berhijrah, di Yatsrib, Mush'ab bin Umair sedang mengajarkan Islam kepada sekelompok orang di kebun Bani Zafar. Sa'ad bin Muadz tidak senang mendengar berita ini. Ia lalu mendatangi Usaid bin Hudhair. Kedua orang ini adalah para pemimpin kaumnya.

"Usaid temui orang  Mekah itu. Dia datang ke daerah kita dan mengajarkan agama baru kepada orang-orang kita. Agama itu bisa membuat orang lemah dan miskin bangkit melawan kita."

Mendengar itu, Usaid pergi menjinjing tombak ke kebun Bani Zafar. Ditegurnya Mush'ab bin Umair dengan tombak teracung. Namun, Mush'ab berkata tenang, "Maukah kau duduk dulu dan mendengarkan? Kalau kau tidak menyukainya, aku bersedia pergi dari sini."

Usaid berpikir sejenak, "Baiklah, itu cukup adil."

Kemudian, ia duduk dan mendengarkan Mush'ab. Semakin lama, hati Usaid makin tertarik. Akhirnya, ia memelui Islam saat itu juga. Setelah itu, ia menemui Sa'ad bin Muadz.

"Apa? Jadi sekarang justru engkau ikut memeluk agama baru itu?" teriak Sa'ad marah.

Ia pun bergegas menemui Mush'ab sambil menyandang pedangnya. Namun, apa yang terjadi pada Usaid, terjadi pula pada Sa'ad. Begitu mendengar penjelasan Mush'ab tentang Islam, ia begitu tertarik sehingga menjadi Muslim saat itu juga.

Setelah itu, tanpa membuang waktu, ia pergi menemui kaumnya dan berseru, "Hai Banu Abdul Asyhal, apa yang kalian ketahui tentang diriku?"

"Engkau adalah pemimpin kami, yang paling dekat dengan kami, engkau punya pendapat dan pengalaman yang terpuji."

Maka kata-katamu, baik wanita maupun pria, bagiku adalah suci selama kalian beriman kepada Allah dan utusan-NYA," demikian seru Sa'ad bin Muadz.

Sejak saat itu, seluruh suku Abdul Asysal memeluk Islam.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

✏️Perintah Mengajar✏️

Setiap Muslim diperintahkan mengajarkan apa yang diketahuinya kepada orang lain. Rasulullah bersabda, "Hendaklah suatu kaum mengajari tetangganya, memberi peringatan, menyuruh, dan melarang mereka. Dan hendaklah suatu kaum belajar dari tetangganya, mengambil peringatan, dan pemahaman dari mereka, atau kalau tidak, akan kupercepat akibatnya di dunia."


๐Ÿ“™Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“™

๐Ÿ–‹MATERI 172 JILID 6๐Ÿ–‹

๐Ÿ’š๐Ÿ”ด๐Ÿ’š๐Ÿ”ด๐Ÿ’š๐Ÿ”ด๐Ÿ’š๐Ÿ”ด๐Ÿ’š

------------------------------------------------------

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸONE DAY ONE SIROH๐Ÿ

๐Ÿ’ŽMATERI 173 JILID 6๐Ÿ’Ž


⚜Amr bin Jamuh⚜

Sahabat fillahku, tersebarnya Islam dengan begitu pesat serta keberanian kaum Muslimin di Yatsrib benar-benar di luar dugaan kaum Muslimin di Mekah. Para pemuda di sana dengan sangat berani mempermainkan berhala-berhala orang-orang yang masih musyrik.

Amr bin Jamuh adalah seorang bangsawan dari Banu Salamah. Ia mempunyai sebuah berhala bernama Manat yang terbuat dari kayu. Setelah itu para pemuda dari Banu Salamah masuk Islam, diam-diam mereka mengambil Manat pada malam hari dan memasukkan berhala kayu itu ke dalam lubang penuh lumpur.

"Manat!  Kemana Tuhanku itu?" seru Amr bin Jamuh. Pagi-pagi sekali, ia sudah datang ke tempat penyembahan dan kebingungan mencari Manat yang hilang. Setelah mencari kesana kemari, ia menemukan Manat tersuruk di tempat yang sangat kotor.

Amr segera mengambil, mencuci, dan membersihkan tuhannya itu sampai bersih dan meletakkannya lagi di tempat semula.

"Siapa yang berani mengganggu Manat, akan kutebas lehernya!" ancam Amr bin Jamuh kepada orang-orang disekitarnya.

Namun, pada malam harinya para pemuda Muslim kembali mengambil dan memasukkan Manat ke lubang yang kotor dan berlumpur. Sambil menuduh-nuduh dan memgancam-ancam, Amr bin Jamuh kembali mencuci dan membersihkan tuhannya.

Begitulah terjadi berkali-kali sampai akhirnya rasa kesal Amr bin Jamuh berbalik pada Manat. Amr mengalungkan pedang pada Manat sambil berkata pada tuhannya itu, "Kalau kau memang berguna, bertahanlah! Kusertakan pedang ini bersamamu!"

Keesokan harinya, Amr sudah kembali kehilangan Manat. Ia menemukan tuhannya itu di dalam sumur bersama bangkai seekor anjing. Sementara itu, pedangnya hilang.

"Mengapa kau tidak membela dirimu? Mengapa kau biarkan dirimu terhina?" keluh Amr tidak berdaya.

Beberapa orang pemuka masyarakat yang sudah memeluk Islam mendekati Amr dan memgajaknya berbicara. Saat itu,sadarlah Amr bin Jamuh betapa sesatnya ia selama ini. Setelah itu, tanpa ragu lagi ia memeluk Islam dan menjadi Muslim yang taat.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ’ฐOrang Dermawan๐Ÿ’ฐ

Bani Salamah adalah suku Amr bi  Jamuh. Setelah mengetahui pemimpin mereka kikir, Rasulullah bersabda kepada Bani Salamah, "Apalagi penyakit yang lebih parah dari kikir! Kalau begitu pemimpin kalian ialah Si Putih Keriting, Amr bin Jamuh!" Ini adalah penghormatan besar dari Rasulullah karena Amr bin Jamuh sangat terkenal dengan kedermawan.


๐Ÿ“•Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“•

๐Ÿ’ŽMATERI 173 JILID 6๐Ÿ’Ž

๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿ„

-------------------------------------------

CHANNEL MUTE, [08.01.17 23:25]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒบONE DAY ONE SIROH๐ŸŒบ

๐Ÿ•ŒMATERI 174 JILID 6๐Ÿ•Œ

⚜Rasulullah Tiba di Quba⚜

Sahabat fillahku, kaum Muslimin di Yatsrib sudah mendengar bahwa Rasulullah telah meninggalkan Mekah. Oleh sebab itu mereka menanti-nanti dan berharap-harap kedatangan beliau. Bahkan beberapa dari mereka pergi ke Quba, suatu kampung yang letaknya beberapa mil dari Yatsrib untuk menyambut Rasulullah.

Setiap pagi mereka pergi bersama-sama ke tempat itu. Jika sampai siang Rasulullah belum datang, mereka pergi dan berteduh sebentar di tempat lain. Ketika petang tiba, dan Rasulullah belum juga tiba, mereka pulang ke Yatsrib. Begitu terus setiap hari.

Rasulullah dan rombongan memang masih agak jauh dari Yatsrib. Suatu hari ketika panas matahari tengah begitu terik, Rasulullah tiba di Quba. Saat itu, penduduk Quba juga sudah banyak yang memeluk Islam. Mereka juga tengah menanti-nanti kedatangan Rasulullah. Namun, tidak seorang pun yang sudah mengenal wajah Rasulullah dan Abu Bakar. Oleh sebab itu, ketika beliau dan Abu Bakar berteduh di bawah pohon kurma, tidak seorang pun yang datang menyambut. Sampai akhirnya, lewatlah seorang Yahudi yang mengetahui Rasulullah dan Abu Bakar yang tengah berteduh itu. Yahudi itu segera naik ke tempat yang tinggi dan berteriak sekeras-kerasnya, "Hai orang-orang Arab! Itulah orang yang kamu harap-harap dan kamu nanti-nanti kedatangannya! Ia telah berada disini! Ia telah datang!"

Demikian teriak orang Yahudi itu berulang-ulang. Orang-orang Quba datang berduyun-duyun ke tempat Rasulullah berteduh. Ketika tiba, mereka memberi hormat kepada Abu Bakar. Melihat itu, Abu Bakar segera membuka selendangnya dan meneduhi Rasulullah. Barulah orang-orang sadar bahwa mereka telah salah menyalami orang.

Orang-orang meminta Rasulullah beristirahat selama beberapa hari di Quba. Rasulullah pun mengabulkan permintaan itu. Beliau tinggal di rumah seorang sahabat Anshar bernama Kaltsum bin Hadam.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ’šKerinduan pada Rasulullah๐Ÿ’š

Banyak penduduk Muslim Yatsrib yang belum melihat Nabi Muhammad. Kerinduan akan sosok Rasulullah melambung saat menanti kedatangan beliau. Mereka ingin bertemu laki-laki yang telah menderita jiwa dan raga dalam berjuang, terusir dari kampung halaman, tetapi tetap bersemangat, percaya diri, kokoh, berhati tulus, dan terus berdakwah, tanpa pernah berhenti.


๐Ÿ“™Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“™

๐Ÿ•ŒMATERI 174 JILID 6๐Ÿ•Œ

๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ๐Ÿ’ฐ


-----------------------------------------

CHANNEL MUTE, [09.01.17 20:08]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐Ÿ„ONE DAY ONE SIROH๐Ÿ„

๐ŸMATERI 175 JILID 6๐Ÿ

๐Ÿ”ตHijrah Ali bin Abu Thalib๐Ÿ”ต

Bagaimana dengan Ali bin Abu Thalib?
Sahabat fillahku, sesuai dengan pesan Rasulullah, setelah mengembalikan barang-barang titipan kepada pemiliknya, Ali bin Abu Thalib berangkat hijrah. Ali pergi mengawal keluarga Rasulullah dan keluarga Abu Bakar. Mereka adalah Fatimah, Ummu Kultsum, Bunda Saudah, Ummu Aiman dan anaknya, Usamah. Selain itu juga turut istri Abu Bakar, Ummu Ruman dan anak-anaknya, Aisyah, Asma, dan Abdullah. Juga ada orang-orang Muslim lain yang lemah dan tidak berdaya.

Jadi, sahabat fillahku, terbayang dengan jelas betapa beratnya tugas Ali bin Abu Thalib saat berhijrah. Apalagi mereka semua kekeurangan sehingga Ali bin Abu Thalib harus berjalan kaki menempuh jarak lebih dari 400 kilometer di tengah padang pasir itu.

Selama perjalanan, mereka berhenti dan bersembunyi pada siang hari  untuk menghindari kejaran pasukan Quraisy. Jika malam tiba, barulah mereka berangkat dan meneruskan perjalanan.

Akhirnya, tibalah rombongan hijrah Ali bin Abu Thalib di Quba. Di sana, mereka berjumpa dengan Rasulullah yang masih berada di tempat itu.

Sahabat fillahku, begitu jauh dan beratnya perjalanan, kaki Ali bin Abu Thalib membengkak dan dipenuhi luka di sana-sini.

Rasulullah merasa sangat iba kepada sepupunya ini. Beliau berdoa kepada Allah memohon agar Allah berkenan menyembuhkan semua luka di kaki Ali dan memulihkan kekuatannya seperti sedia kala. Dengan kedua tangan beliau yang mulia itu, Rasulullah mengusap kaki Ali bin Abu Thalib. Alhamdulillah, segera saja pulihlah semua luka, kempislah bengkak, dan lenyaplah semua rasa sakit dari kaki Ali bin Abu Thalib.

Sahabat fillahku, saat Ali bin Abu Thalib dan orang-orang yang dikawalnya tiba di Quba, Rasulullah telah berhenti di sana selama lebih dari sepuluh hari. Dalam sepuluh hari itu, beliau dan para sahabat yang lain telah membangun sebuah masjid. Itulah masjid pertama dalam sejarah Islam. Di dalam Al Qur'an, Allah menyebut masjid itu dengan nama Masjid Taqwa. Sampai kini, masjid itu dikenal sebagai Masjid Quba.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ•ŒDakwah Ali bin Abu Thalib๐Ÿ•Œ

Khalid bin Walid dan Al Barra pernah diutus Rasulullah ke Yaman agar para penduduknya memeluk Islam. Enam bulan lamanya mereka berdakwah. Namun, orang Yaman belum bisa menerima seruan Islam itu. Rasulullah mengutus Ali bin Abu Thalib. Ali bin Abu Thalib shalat satu shaf bersama yang lain di tengah-tengah penduduk. Kemudian Ali menyerukan Islam sampai para penduduk pun memeluk Islam.

๐Ÿ“˜Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“˜

๐ŸMATERI 175 JILID 6๐Ÿ

๐ŸŒŽ⭐️๐ŸŒŽ⭐️๐ŸŒŽ⭐️๐ŸŒŽ⭐️๐ŸŒŽ


---------------------------------------------------

CHANNEL MUTE, [10.01.17 20:21]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒŽONE DAY ONE SIROH๐ŸŒŽ

๐ŸนMATERI 176 JILID 6๐Ÿน

๐Ÿ•ŒMasjid Quba๐Ÿ•Œ

Rasulullah adalah orang pertama yang meletakkan batu untuk mendirikan Masjid Quba. Setelah itu, beliau menyuruh Abu Bakar lalu Umar bin Khattab dan setelahnya Utsman bin Affan. Ammar bin Yasir adalah orang yang pertama kali membangun temboknya. Kemudian, para sahabat Mihajirin dan Anshar membangunnya bersama-sama.

Begitu masjid selesai kaum Muslimin di Quba menyangka Rasulullah akan tinggal di Quba lebih lama lagi. Namun,  Allah memerintahkan Rasulullah untuk berangkat ke Yatsrib. Begitu mengetahui hal itu, dengan wajah sedih, Kaum Muslimin Quba mendatangi Rasulullah dan bertanya pelan, "Ya Rasulullah apakah Tuan memang menghendaki rumah yang lebih baik daripada rumah kami?"

Rasulullah mengerti betapa besar rasa sayang kaum Muslimin Quba terhadap dirinya. Beliau pun menjawab dengan kata-kata yang sangat halus, "Oh tidak begitu, Allah memerintahkan saya berangkat ke Yatsrib. Karenanya, hendaklah Tuan-Tuan membiarkan unta saya terus melanjutkan perjalanan."

Sebelum berangkat, Rasulullah berdiri di Masjid Quba. Para sahabat berkumpul dihadapan beliau. Rasulullah bertanya kepada mereka, "Apakah Anda sekalian orang-orang beriman?"

Semuanya terdiam, tidak seorang pun yang berani menjawab. Kemudian, Rasulullah bertanya lagi, "Apakah Anda sekalian orang-orang yang beriman?"

Kembali semua orang terdiam kecuali Umar bin Khattab. Saat itu Umar menjawab, "Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka semua orang-orang beriman dan saya termasuk salah seorang dari mereka."

Rasulullah bertanya lagi, "Apakah anda sekalian percaya pada keputusan Allah?"

Kali ini semuanya menjawab, "Ya."

"Apakah Anda sekalian bersabar akan malapetaka yang menimpa?"

"Ya, ya Rasulullah."

"Dan apakah Anda sekalian bersyukur saat mendapat kebahagiaan?" Bersyukur saat mendapat kebahagiaan?"

"Ya, kami bersyukur ya Rasulullah."

"Demi Tuhan Ka'bah, kalau begitu Anda sekalian orang-orang beriman."


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

⚜Mengapa Masjid  Dibangun Lebih Dulu?⚜

Masyarakat Islam tidak akan tegak jika tidak ada masjid. Oleh karena itu, perbedaan pangkat, kekayaan, kedudukan, dan lainnya akan terhapus jika umat Islam selalu bertemu setiap hari di masjid untuk menyembah Allah. Masjid juga merupakan tempat berkumpulnya kaum Muslimin untuk mempelajari syariat Allah.

๐Ÿ“•Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“•

๐ŸนMATERI 176 JILID 6๐Ÿน

๐ŸŒฆ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒฆ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒฆ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒฆ๐Ÿ’ฆ๐ŸŒฆ

-------------------------------------

CHANNEL MUTE, [11.01.17 20:10]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒปONE DAY ONE SIROH๐ŸŒป

๐ŸŒพMATERI 177 JILID 6๐ŸŒพ

๐Ÿ“ฟShalat Jum'at Pertama๐Ÿ“ฟ

Sahabat fillahku, Rasulullah berangkat dari Quba pada Jum'at pagi. Beliau diiringi para sahabat Muhajirin dan Anshar. Sebagian berkendaraan, sebagian lagi berjalan kaki. Ketika waktu shalat Jum'at tiba, Rasulullah tengah melewati Wadi Ranuna. Tempat itu dekat dengan perkampungan Bani Amr bin Auf. Rasulullah berhenti dan mendirikan shalat Jum'at bersama para sahabatnya. Itulah shalat Jum'at pertama yang didirikan Rasulullah.

Dalam shalat itu, Rasulullah berkhutbah, "Wahai seluruh manusia hendaklah kalian mengerjakan amal kebaikan demi kalian sendiri. Sungguh kalian mengetahui, demi Allah, sesungguhnya akan datang suatu hari ketika salah satu dari kalian dikejutkan oleh suara gemuruh, sehingga ia akan melupakan harta apa pun yang dimilikinya. Pada hari itu, Allah akan berfirman kepadanya langsung tanpa ada yang menerjemahkan dan menghalang-halangi. Firman-Nya, "Tidaklah telah datang seorang Rasul kepadamu lalu ia menyampaikan ajaran kepadamu dan Aku telah memberikan harta kepadamu serta Aku telah memberikan banyak karunia kepadamu. Namun, semua itu kamu gunakan untuk dirimu sendiri."

"Saat itu, ia akan melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi tidak melihat apa pun. Namun, ketika melihat ke muka, ia akan menatap Neraka Jahanam. Siapa pun yang dapat menjaga wajahnya dari bahaya api neraka, walaupun dengan separuh kurma, hendaklah ia banyak menyebut kalimat thayyibah karena kalimat thayyibah itu adalah sesuatu yang indah yang akan diberi balasan sampai tujuh ratus kali lipat. Keselamatan dan rahmat Allah serta barokah-Nya semoga dilimpahkan atas kamu dan atas Rasulullah."

Sahabat fillahku, pada saat shalat Jum'at itu, Rasulullah berkhutbah setelah shalat didirikan. Baru pada kemudian hari, Rasulullah mengubah cara itu sehingga khutbah dilakukan sebelum shalat Jum'at dilakukan.

Rasulullah pun melanjutkan perjalanan. Setiap kali melewati sebuah perkampungan, orang-orang selalu berebut menawarkan tempat bersinggah dan beristirahat kepada beliau. Namun, selalu mengulang jawaban yang sama, "Biarkanlah unta ini berjalan, sesungguhnya ia diperintah Allah agar berhenti ditempat yang dikehendaki-Nya."


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

⚜Shalat Rasulullah⚜

Shalat Rasulullah adalah shalat yang paling indah dibanding semua sahabatnya. Beliau melakukan shalat seakan sedang berjumpa dengan orang yang paling ia sayangi sehingga sulit rasanya untuk berpisah. Shalat beliau seakan-akan merupakan suatu pertemuan terakhir dengan orang yang dicintainya. Shalat beliau begitu khusyuk, seolah-olah beliau sedang bercakap-cakap dan memandang Allah.


๐Ÿ“’Kisah diambil dari buku Muhamnad Teladanku Jilid 6๐Ÿ“’

๐ŸŒพMATERI 177 JILID 6๐ŸŒพ

๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท

--------------------------------------------

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐Ÿ‘‘ONE DAY ONE SIROH๐Ÿ‘‘

๐Ÿ’ŽMATERI 178 JILID 6๐Ÿ’Ž

๐ŸŒดTiba di Madinah๐ŸŒด

Kota Yatsrib dipenuhi bermacam perhiasan indah untuk menyambut kedatangan Rasulullah. Ketika beliau tiba, seluruh kaum Muslimin petempuan dan laki-laki, anak-anak dan budak belian, keluar rumah untuk menyambut kedatangan Rasulullah yang telah lama mereka nantikan.

Anak-anak lelaki dan para budak laki-laki ramai-ramai berbaris di jalan seraya bersorak, "Telah datang Muhammad! Telah datang Rasulullah! Ya Muhammad! Ya Rasulullah!"

Para pemuda dan laki-laki dewasa menghunus pedang dan tombak sebagai tanda siap mati membela Rasulullah.

Kaum Muslimin yang mengiringi Rasulullah dari Quba berseru bersama, "Telah datang Nabi Allah! Telah datang Nabi Allah! Telah datang Nabi Allah!"

Sementara itu, anak-anak perempuan naik ke atas rumah seraya bersama membaca syair, "Kami anak-anak perempuan keturunan Najjar, hai orang yang cinta bertetangga dengan Nabi Muhammad!"

Mendengar sambutan yang begitu hangat dan penuh sayang itu, Rasulullah bertanya, "Apakah kalian semua cinta kepadaku?"

"Ya, sudah tentu ya Rasulullah!" jawab semuanya.

Dengan hati bergetar penuh kasih, Rasulullah bersabda, "Allah mengetahui bahwa hatiku sangat mencintai kalian semua."

Ada orang yang menangis, ada juga orang yang tersenyum saat mendengar pernyataan cinta dari Rasulullah yang begitu mulia, yang begitu mereka cintai, dan yang begitu mereka rindukan. Maka rebana-rebana pun berbunyi dan kaum wanita berpantun.

Telah terbit purnama diatas kita.
Dari kampung Tsaniyyatil Wada.
Wajiblah kita bersyukur akan apa yang diserukan penyeru.
Duhai orang yang diutus kepada kami.
Engkau datang dengan perintah yang ditaati.

Demikian seterusnya, pantun-pantun kehormatan diucapkan oleh kaum Muslimin laki-laki dan perempuan ketika mereka menyambut kedatangan Rasulullah. Itu adalah suatu saat yang amat membahagiakan dan tidak akan pernah terulang lagi dalam sejarah, suatu penyambutan yang begitu tulus dan penuh cinta.


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐ŸชMuhajirin yang Pertama Tiba๐Ÿช

Abu Salamah bin Abdul Asad adalah Muhajirin yang pertama tiba di Madinah. Setelah itu, menyusul Amir bin Rabi'ah bersama istrinya, Laila binti Abi Hasymah. Beliaulah wanita Muhajirin yang pertama tiba di Madinah.

๐Ÿ““Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 6๐Ÿ““

๐Ÿ’ŽMATERI 178 JILID 6๐Ÿ’Ž

๐ŸŒผ๐ŸŽ๐ŸŒผ๐ŸŽ๐ŸŒผ๐ŸŽ๐ŸŒผ๐ŸŽ๐ŸŒผ