Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba ุงู„ู„ّู‡ُ yang Kaffah.

ODOS - episode 132-136 Abu Thalib & Bunda Khadijah Wafat

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒพONE DAY ONE SIROH๐ŸŒพ

๐Ÿ–MATERI 132 JILID 4๐Ÿ–


☘ Abu Thalib Sakit Keras ☘

Sahabat fillahku, hanya beberapa bulan setelah piagam dihapus, Rasulullah kembali mengalami ujian besar. Kali ini bukan penyiksaan dari pihak lawan, melainkan berupa kehilangan orang yang beliau cintai.

Karena sudah lanjut usia dan menderita kehidupan berat di pengasingan selama tiga tahun, Abu Thalib jatuh sakit. Saat itu usianya sudah delapan puluh tahun. Mengetahui Abu Thalib sakit keras, orang-orang Quraisy khawatir akan terjadi perang antara kaum Quraisy dan Rasulullah beserta para pengikutnya. Apalagi dipihak Rasulullah ada Hamzah dan Umar yang terkenal garang dan keras. Selama ini, Abu Thalib selalu bisa menjadi penengah kedua pihak.

 Para pemuka Quraisy menemui Abu Thalib dipembaringan dan berkata, "Abu Thalib, engkau adalah keluarga kami juga. Sekarang ini, keadaan antara kami dan kemenakanmu sudah sangat mencemaskan kami. Panggilah dia. Kami dan dia akan saling memberi dan menerima. Biarlah dia dengan agamanya dan kami dengan agama kami pula".

Rasulullah Kemudian datang. Mengetahui maksud kedatangan mereka, Rasulullah bersabda, "Sepatah kata saja saya minta yang akan membuat mereka merajai semua orang Arab dan bukan Arab."

" Katakanlah, demi ayahmu," kata Abu Jahal, "sepuluh kata sekalipun silahkan!"
Rasulullah bersabda," Katakan, tidak ada ada Tuhan selain Allah dan tinggalkan segala penyembahan selain Allah."

"Muhammad," seru mereka, "maksudmu tuhan-tuhan itu dijadikan satu saja?"
Para Pembesar Quraisy Saling pandang dengan kecewa menghadapi keteguhan Rasulullah.

"Pulanglah," kata mereka satu sama lain, "orang Ini tidak akan memberikan apa-apa seperti yang kamu kehendaki. Pergilah Kalian!"

Sahabat fillahku, sudah bisa kita bayangkan jika Abu Thalib meninggal, hubungan Rasulullah dengan pihak Quraisy akan lebih buruk daripada yang sudah-sudah.



Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Kita lanjutkan besok yaa...Insya Allah ๐Ÿ˜Š


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐ŸŒปCara Rasulullah Berdakwah๐ŸŒป

Ada 6 cara yang dilakukan Rasulullah untuk berdakwah :
1. Mengumpulkan orang.
2. Mendatangi tempat-tempat pertemuan dan keramaian.
3. Mendatangi kota-kota lain.
4. Menugasi setiap muslim untuk berdakwah.
5. Menugasi muslim pilihan untuk mengajar.
6. Mengirimkan surat dan utusan kepada para raja dan pemimpin.


๐Ÿ““Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 4๐Ÿ““

๐Ÿ–MATERI 132 JILID 4๐Ÿ–

๐ŸŒผ๐ŸŒพ๐ŸŒผ๐ŸŒพ๐ŸŒผ๐ŸŒพ๐ŸŒผ๐ŸŒพ๐ŸŒผ๐ŸŒพ

---------------------------------------

CHANNEL MUTE, [29.11.16 03:44]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒนONE DAY ONE SIROH๐ŸŒน

๐Ÿ–‹MATERI 133 JILID 4๐Ÿ–‹


๐Ÿ‚Abu Thalib Wafat๐Ÿ‚

Rasulullah duduk disisi pembaringan pamannya. Dengan sedih, ditatapnya wajah bijaksana orang tua itu. Hati Rasulullah dipenuhi rasa duka, tidak hanya karena melihat sakit sebelum maut yang diderita Abu Thalib, tetapi juga karena sampai saat itu, pamannya belum juga membuka hatinya kepada Islam.

Rasulullah menggenggam tangan pamannya dengan lembut. Inilah Abu Thalib yang dulu mengajaknya berdagang ke Syam karena tidak tega berpisah dengannya. Inilah pamannya yang dulu merawatnya penuh kasih sayang, bahkan mencintainya melebihi kecintaan kepada anak-anaknya sendiri. Inilah Abu Thalib yang membuka jalan pertemuannya dengan Khadijah dan mendorongnya menjadi pemimpin kafilah dagang Khadijah. Inilah Abu Thalib yang selalu menjadi pelindungnya sejak dirinya menjadi yatim sampai menjadi utusan Allah.

Abu Thalib membuka matanya yang sayu dan memandang Rasulullah, "Demi Allah, wahai anak saudaraku, aku tidak melihatmu menawarkan sesuatu yang berat kepada para pemuka kaummu."

Sejenak timbul harapan Rasulullah akan keislaman pamannya itu, "Wahai pamanku, ucapkanlah satu kalimat maka dengan kalimat tersebut engkau berhak mendapat syafaatku pada Hari Kiamat."

Namun, sahabat fillahku, Abu Thalib tetap enggan menerima ajakan tersebut.  Kemudian wafatlah ia. Kini, hilang sudah seorang pelindung Rasulullah. Mulai saat ini, Rasulullah harus menghadapi semuanya sendiri.

Namun, sahabat fillahku, kedukaan Rasulullah masih
belum berakhir. Satu lagi orang yang sangat beliau cintai akhirnya juga wafat....



๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

⚜Kata-Kata Terakhir Abu Thalib⚜

Ketika Rasulullah mengajak Abu Thalib mengucapkan syahadat pada saat-saat terakhirnya, Abu Thalib berkata, "Kalau saja saya tidak khawatir nasib keluargaku akan dianiaya setelah kepergianku dan kaum Quraisy bakal mengatakan, bahwa aku berucap karena gentar menghadapi sakaratul maut, aku tentu mengucapkannya. Kalaupun kuucapkan, iti sekadar menyenangkan hatimu."


๐Ÿ“˜Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 4๐Ÿ“˜

๐Ÿ–‹MATERI 133 JILID 4๐Ÿ–‹

๐Ÿ“Œ๐Ÿ–Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ–Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ–Œ๐Ÿ“Œ๐Ÿ–Œ๐Ÿ“Œ

-----------------------------------

๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒพONE DAY ONE SIROH๐ŸŒพ

๐ŸŽ€MATERI 134 JILID 4๐ŸŽ€


⚜Bunda Khadijah Wafat⚜

Seusai penguburan Abu Thalib, Rasulullah kembali ke rumah dan menemukan Bunda Khadijah jatuh sakit. Rasulullah menggenggam tangan Bunda Khadijah yang kini terasa panas. Dari hari ke hari, wajah Bunda Khadijah semakin pucat dan gemetar, Rasulullah amat terharu. Pada saat-saat seperti ini, istrinya itu tetap berusaha menguatkan hatinya. Seolah-olah Bunda Khadijah tahu bahwa perjuangan suaminya masih sangat panjang dan berliku, sedangkan perjuangannya sendiri sudah mencapai titik akhir.

Sahabat fillahku, akhirnya saat perpisahan sepasang suami istri yang mulia itu pun tiba. Hanya beberapa hari setelah Abu Thalib meninggal, Bunda Khadijah pun wafat dengan tenang. Dalam beberapa hari saja, Rasulullah kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya, paman yang mengasuh dan melindunginya serta istri yang setia mendampingi dalam menempuh semua suka dan duka, terutama setelah beliau diangkat menjadi Rasul selama sepuluh tahun terakhir kehidupan mereka. Masa-masa duka ini dikenal dengan nama 'Amul Huzni (tahun kesedihan).

Saat itu, seolah-olah semua kegembiraan di hati Rasulullah pudar. Indahnya kehidupan seolah-olah ikut terkubur bersama jasad dua orang yang kesayangan itu. Rasulullah tertunduk disamping pusara Bunda Khadijah. Air mata beliau mengalir tanpa tertahan.

Beliau ingat, betapa besar penderitaan pamannya dan kesengsaraan yang dipikul istrinya saat mereka bertindak melindungi beliau. Rasanya, hidup Khadijah lebih banyak dilalui dengan menanggung begitu berat beban perjuangan dibanding menikmati manisnya kehidupan.

Sahabat fillahku, bagaimana kelanjutan kisahnya?

Kita lanjut besok yaa...insyaa Allah ๐Ÿ˜Š


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐ŸŒ‘Tahun Kesedihan๐ŸŒ‘

Tahun kesedihan adalah tahun ketika Rasulullah ditinggal wafat oleh dua orang yang beliau cintai, yaitu Abu Thalib dan Bunda Khadijah. 'Amul Huzni bertepatan dengan sepuluh tahun kenabian.

Keluarga dan sahabat merasakan betul kesedihan Rasulullah. Sekuat tenaga, mereka berusaha menghibur Rasulullah. Inilah saat-saat ketiaka para pengikut, yang biasanya dihibur dan dikuatkan hatinya oleh Rasulullah, berganti menghibur dan menguatkan hati Rasulullah. Sungguh  pada saat yang mengharukan, tetap ada keindahan yang tampak dalam persaudaraan mereka.


๐Ÿ“”Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 4๐Ÿ“”

๐ŸŽ€MATERI 134 JILID 4๐ŸŽ€

๐ŸŒท✨๐ŸŒท✨๐ŸŒท✨๐ŸŒท✨๐ŸŒท

---------------------------------

CHANNEL MUTE, [01.12.16 04:30]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒบONE DAY ONE SIROH๐ŸŒบ

✏️MATERI 135 JILID 4✏️


๐Ÿ’›Kenangan akan Bunda Khadijah๐Ÿ’›

Sahabat fillahku, kenangan akan Bunda Khadijah tetap hidup di hati Rasulullah sampai beliau wafat. Rasulullah ingat pernikahan mereka yang penuh berkah. Itulah satu-satunya pernikahan di dunia ini yang dipenuhi berkah surga dan dunia sekaligus. Saat pernikahan itu, Bunda Khadijah mengadakan jamuan buat semua orang, mulai dari yang paling kaya sampai yang paling miskin. Bangsa Arab yang saat itu hanya mengenal air putih, dalam walimah pernikahan Rasulullah dan Bunda Khadijah, disuguhi minuman segar sari buah dan sirup mawar.

Selama beberapa hari, semua orang, baik tua maupun muda, makan di rumah Bunda Khadijah. Kepada orang-orang miskin, Bunda memberikan beberapa keping uang emas dan perak serta pakaian. Kepada para janda, Bunda Khadijah menyumbangkan kebutuhan hidup yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Rasulullah juga terkenang saat setelah menikah, Bunda Khadijah tidak lagi teetarik lagi pada perdagangan serta kesuksesan yang diraihnya. Pernikahan telah mengganti perhatian Bunda. Beliau kita telah me dapatkan Muhammad Al Musthafa sebagai hartanya yang paling berharga di dunia ini. Begitu Bunda Khadijah menjadi istri Rasulullah semua perak, emas, dan berlian kehilangan harga dimatanya. Rasullullah menjadi satu-satunya yang Bunda Khadijah sayangi, perhatikan, dan cintai. Beliau mengabdikan diri  sepenuhnya pada kehidupan Rasulullah.

Saat-saat didampingi Bunda Khadijah boleh dibilang merupakan sat-saat yang sangat membahagiakan  Rasulullah. Dari rahim Bunda Khadijah-lah lahir dua orang putra dan empat orang putri Rasulullah, termasuk puteri terkecil mereka Fatimah Az Zahra, yang menjadi cahaya mata ayahnya.

Tidak ada laki-laki lain yang cocok mendampingi Bunda Khadijah selain Rasulullah. Begitu serasinya mereka sampai ada ahli sejarah yang menduga bahwa  seandainya Bunda Khadijah tidak bertemu Rasulullah dalam hidupnya, kemungkinan besar Bunda Khadijah tidak akan menikah sampai akhir hidupnya karena bukanlah kekayaan, ketampanan, dan keturunan yang menarik hati Bunda, melainkan keluhuran budi yang mampu meluluhkan hatinya. Itulah yang ada dalam diri Rasulullah.

Sahabat fillahku, bagaimana kelanjutan kisahnya?

Kita lanjutkan besok yaa..insyaa Allah ๐Ÿ˜Š



๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ Rumah di Surga๐Ÿ 

Dalam Shahih Al Bukhari, Abu Hurairah berkata, Jibril mendatangi rumah Rasulullah seraya berkata, "Wahai Rasulullah, inilah yang datang Khadijah sambil membawa bejana yang di dalamnya ada lauk atau makanan atau minuman. Jika ia datang, sampaikan salam padanya dari Rabb-nya dan sampaikan kabar kepadanya tentang sebuah rumah di Surga yang di dalamnya tidak ada hiruk-pikuk dan keletihan."


๐Ÿ““Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 4๐Ÿ““

✏️MATERI 135 JILID 4✏️

๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒ๐ŸŒน

--------------------------------------

CHANNEL MUTE, [01.12.16 20:35]
๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด๐ŸŒด๐Ÿช๐Ÿช๐ŸŒด

๐ŸŒปONE DAY ONE SIROH๐ŸŒป

✏️MATERI 136 JILID 5✏️


๐ŸŒบBunda Khadijah Wanita Sempurna๐ŸŒบ

Sahabat fillahku, sebelum kedatangan Islam, Bunda Khadijah dijuluki Ratu Mekah. Namun, ketika cahaya Islam terbit, Allah memberi beliau kedudukan sebagai ibu kaum beriman (ummulmukminin). Saat itu, sebagian kaum Muslimin adalah orang-orang miskin. Mereka tidak bisa mencari nafkah, karena orang-orang kafirlah yang menguasai perdagangan. Orang-orang itu tidak memberikan kesempatan bagi kaum Muslimin untuk bekerja. Pada saat itu, kaum Muslimin bisa terhindar dari kelaparan berkat bantuan Bunda Khadijah.

Bunda Khadijah juga memberi mereka tempat tinggal. Bunda Khadijah menggunakan begitu banyak uangnya untuk orang-orang Muslim di Mekah yang miskin akibat boikot orang-orang musyrik. Pertolongan Bunda Khadijah telah mematahkan tujuan orang-orang musyrik untuk menarik para pengikut Rasulullah yang miskin pada kekafiran lagi.

Bunda Khadijah tidak pernah menyisakan sampai uang terakhir yang dimilikinya demi kesejahteraan para pemeluk Islam. Cinta Bunda Khadijah kepada mereka tidak berbeda dengan cinta ibu kepada anaknya. Kalian tahu, seorang ibu rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keselamatan anak-anaknya. Seorang ibu bisa merasakan lapar, namun jika anak-anaknya kelaparan, ia akan mengutamakan anak-anaknya lebih dulu. Ia akan memberikan jatah makannya untuk anak-anaknya dan rela menahan lapar. Bahkan jika anak-anaknya merasa kenyang dan senang, itu sudah cukup membuat seorang ibu juga merasa senang dan kenyang sehingga ia lupa rasa lapar yang dideritanya sendiri. Cinta seorang ibu tidak mengenal syarat. Cinta seorang ibu penuh perlindungan dan penuh kasih.

Dengan keluhuran budi istrinya yang begitu agung sangat wajar jika Rasulullah merasa amat berduka ketika Bunda Khadijah wafat.

Sahabat fillahku, lalu apa yang dilakukan orang-orang kafir setelah kedua pelindung Rasulullah itu wafat?

Kita lanjutkan besok yaa kisahnya...insyaa Allah ๐Ÿ˜Š


๐Ÿ“Catatan Tambahan๐Ÿ“

๐Ÿ’šRasulullah Amat Mencintai Bunda Khadijah๐Ÿ’š

Begitu besarnya cinta Rasulullah kepada Bunda Khadijah sampai kelak beliau bersabda, "Demi Allah! Allah tidak menggantikan Khadijah dengan seorang yang lebih baik. Ia telah beriman kepadaku pada saat orang-orang mengingkari risalahku. Ia percaya kepadaku pada saat orang-orang nendustaiku. Ia telah mengorbankan hartanya padahal orang lain tidak mau melakukannya, dan Allah telah melimpahkan karunia bagiku anak-anak melalui Khadijah.

๐Ÿ“•Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 5๐Ÿ“•

✏️MATERI 136 JILID 5✏️

⚜๐ŸŒผ⚜๐ŸŒผ⚜๐ŸŒผ⚜๐ŸŒผ⚜