Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat, demi menjadi Hamba ุงู„ู„ّู‡ُ yang Kaffah.

ODOS - Episiode 268 = Hafsah binti Utsman Bin Affan


๐ŸŒด๐Ÿช๐ŸŒด๐Ÿช๐ŸŒด๐Ÿช๐ŸŒด๐Ÿช

❤️ONE DAY ONE SIROH❤️

๐ŸŒบMATERI 268๐ŸŒบ


๐Ÿ“ŒKesedihan Umar๐Ÿ“Œ

Setelah Perang Badar, beberapa wanita menjadi janda karena suaminya gugur. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berusaha meringankan beban para wanita itu dengan memberikan santunan dari hasil rampasan perang. Bagi wanita yang masih muda, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berusaha menikahkan mereka dengan sahabat lain yang mampu.

Hafshah putri Umar Bin Khattab, adalah salah seorang wanita muda yang ditinggali suaminya yang telah syahid. Umar tentu sangat sedih memikirkan nasib putrinya. Maka, ia pun pergi menemui Utsman bin Affan dan bertanya apakah Utsman bersedia menikahi Hafshah?

"Maaf, saya sedang tidak bersedia untuk menikah lagi." demikian jawab Utsman.

Umar kemudian mendatangi Abu Bakar dan bertanya apakah Abu Bakar bersedia menikahi Hafshah. Namun, Abu Bakar diam saja. Dengan sedih, Umar Bin Khattab menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan mengadukan nasib Hafshah serta penolakan kedua sahabatnya itu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersenyum menghibur, "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Abu Bakar dan Utsman."

Umar Bin Khattab menatap Rasulullah tidak mengerti. Siapakah yang lebih baik daripada Abu Bakar dan Utsman? Ternyata, Rasulullah sendiri yang melamar hafshah.
Subhanallah, saat itu juga, perasaan Umar Bin Khattab meluap dengan kegembiraan yang tidak terlukiskan. Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu Abu Bakar dan menyampaikan berita gembira itu.

"Memang, Rasulullah sudah pernah membicarakan hal itu kepadaku. Karena itu, aku tidak ingin membuka rahasianya. Andaikata saja beliau tidak meminang Hafsah, sudah tentu akulah yang akan memperistrinya," demikian jawab Abu Bakar.

Setelah Bunda Hafsah menjadi istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka saat itu Ibu kaum muslimin pun menjadi tiga orang: Bunda Saudah, Bunda Aisyah, dan Bunda Hafsah. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menetap di tempat ketiganya secara bergantian. Pada pagi hari, mereka semua berkumpul untuk mendengar nasihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Pada Sore harinya, mereka kembali berkumpul dan menceritakan semua yang mereka alami hari itu. Hal demikian menambah indah suasana rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Sejak saat itu Umar Bin Khattab dengan gencar menganjurkan para sahabat yang lain agar mau menikahi janda para syuhada.

Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah๐Ÿ˜Š


๐Ÿ“•Kisah diambil dari berbagai sumber siroh nabawiyah "Syaikh Shafiyyur Rahman al Mubarakfurry"๐Ÿ“•

✍ Editor : Ustadzah Ratna

๐ŸŒบMATERI 268๐ŸŒบ

๐ŸŽ๐Ÿง๐ŸŽ๐Ÿง๐ŸŽ๐Ÿง๐ŸŽ๐Ÿง๐ŸŽ